“Karena dilihat dari CCTV yang pertama itu sama orang wajahnya sama, ciri-cirinya sama, jadi mungkin masyarakat geram. Tapi kalau di CCTV itu sendirian, kalau komplotannya kita masih penyelidikan,” ungkap Ivo.
Sebelumnya, viral di media sosial warga setempat mengaku telah resah dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor yang disebut terjadi berulang dengan pola waktu tertentu.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, aksi serupa disebut terjadi pada 17 dan 27 Maret, 7 April, hingga terakhir 17 April 2026.
Baca Juga: 3.753 Warga Gunakan JakCare, Pemprov DKI Fokus Tangani Kecanduan dan Stres
"Sudah ketahui (identitasnya) tapi lagi dicocokkan, lagi mencoba menghubungi pihak keluarganya," ucap Ivo. (man)
