Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Jakarta Masih Stabil Meski BBM Non Subsidi Naik

Minggu 19 Apr 2026, 17:55 WIB
Pedagang trasidisional sedang merapihkan dagangan di Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu, 19 April 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Pedagang trasidisional sedang merapihkan dagangan di Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu, 19 April 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi belum berdampak signifikan terhadap harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Hingga pertengahan April 2026, harga komoditas utama seperti cabai dan bawang masih terpantau stabil.

Pantauan Poskota di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, menunjukkan harga bahan pokok belum mengalami lonjakan. Salah satu pedagang, Sri Rahayu, mengatakan bahwa kondisi harga masih relatif normal meski ada penyesuaian harga BBM non-subsidi.

“Kalau harga masih normal saja, belum ada kenaikan,” ujar Sri saat ditemui pada Minggu, 19 April 2026.

Sri menjelaskan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp75.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau dijual sekitar Rp60.000 per kilogram. Adapun cabai keriting merah dibanderol Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp60.000 per kilogram, dan cabai keriting hijau Rp60.000 per kilogram.

Baca Juga: Warga Depok Sesalkan Harga BBM Bertambah Mahal: Ekonomi Belum Stabil

Untuk komoditas bawang, harga juga masih stabil. Bawang putih dijual di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, sedangkan bawang merah sekitar Rp50.000 per kilogram.

Namun, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, seperti sawi hijau yang naik dari Rp12.000 menjadi Rp25.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.

“Kenaikan paling terasa di sawi hijau. Sudah dua hari ini naik,” ungkap Sri.

Selain itu, Sri juga menyoroti harga plastik yang masih tinggi dan cenderung fluktuatif. Ia menambahkan, kondisi pasar juga mengalami penurunan aktivitas pembeli dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil, Tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi sepinya pasar adalah adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membuat sebagian masyarakat tidak lagi membeli sarapan di pasar.

“Pasar jadi lebih sepi, biasanya orang pagi cari sarapan sambil belanja, sekarang sudah dapat dari sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Yusuf, pedagang di Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, juga menyampaikan hal serupa. Ia memastikan belum ada kenaikan harga bahan pokok akibat kenaikan BBM non-subsidi.

“Sejauh ini harga masih normal, belum ada kenaikan,” kata Yusuf.

Baca Juga: Warga Sumbang BBM ke Pemkab Pandeglang untuk Bantu Tangani Sampah di TPA Bangkonol

Yusuf menilai, dampak kenaikan harga BBM terhadap bahan pokok umumnya baru terasa jika yang naik adalah BBM bersubsidi seperti Pertalite atau jenis bahan bakar yang banyak digunakan oleh pelaku distribusi.

“Biasanya kalau yang naik itu Pertalite atau Pertamax, baru terasa efeknya ke harga bahan pokok,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional Jakarta masih relatif terkendali meski terjadi kenaikan BBM non-subsidi. Namun, pedagang tetap mewaspadai potensi kenaikan harga jika terjadi penyesuaian pada BBM yang lebih luas.


Berita Terkait


News Update