Meski begitu, dikatakan Ida, hujan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah, bahkan dengan intensitas sedang di beberapa titik.
"Potensi hujan sedang pada sepekan kedepan (periode 16-22 April 2026), terdapat di sebagian wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu," katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti dampak perubahan cuaca terhadap potensi pohon tumbang. Menurutnya, kondisi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dapat meningkatkan risiko tersebut, terutama jika kondisi tanah sudah jenuh air.
Baca Juga: Pramono Waspadai Dampak El Nino, Pangan dan Kesehatan Jadi Problem Utama
"Karena hembusan angin yang kuat dapat mematahkan batang atau dahan, sementara tanah yang basah dan jenuh air membuat akar lebih mudah kehilangan daya ikat terhadap tanah sehingga pohon lebih rentan roboh; meski begitu, tingkat kerusakan juga dipengaruhi oleh kondisi pohon tersebut, seperti usia dan kesehatan batang," ucapnya.
Ditengah kondisi El Nino ini, Ida mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas.
Warga diminta mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hingga sore hari, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi.
"Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, mengingat pada masa peralihan musim kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, termasuk potensi terjadinya hujan disertai kilat/petir dan angin kencang pada waktu tertentu," ujarnya. (cr-4)
