JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memaparkan karakteristik cuaca di Jakarta saat fenomena El Nino, yang umumnya ditandai dengan kondisi lebih kering dibandingkan normal.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa penurunan curah hujan menjadi salah satu indikator utama, disertai berkurangnya frekuensi hari hujan, tutupan awan yang lebih sedikit, serta suhu udara pada siang hari yang terasa lebih panas.
"Saat fenomena El Nino terjadi, cuaca di wilayah Jakarta pada umumnya cenderung lebih kering dari kondisi normal, yang ditandai dengan penurunan curah hujan, berkurangnya frekuensi hari hujan, tutupan awan yang lebih sedikit, dan suhu udara siang hari yang terasa lebih panas," ujar Ida kepada Poskota, Kamis, 16 April 2026.
Ida menyampaikan, kondisi tersebut terjadi karena pusat pertumbuhan awan bergeser ke wilayah Samudra Pasifik bagian tengah, sehingga pasokan pembentukan awan hujan di Indonesia, termasuk Jakarta, menjadi berkurang.
Baca Juga: 4 Juta Orang Masuk Jakarta Setiap Pagi, Pramono Sebut Transportasi Ibu Kota Masih Terbatas
"Namun demikian, hujan masih tetap bisa terjadi di wilayah Jakarta pada kondisi ini, bergantung pada pengaruh dinamika atmosfer lain seperti monsun dan kondisi regional dan lokal dari wilayah Jakarta," ucap Ida.
Terkait potensi angin kencang, Ida memastikan bahwa dalam waktu dekat tidak ada indikasi peningkatan signifikan.
"Pada periode 16-22 April 2026, tidak terdapat potensi angin kencang ( lebih dari 25 knot) di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Ida.
Sementara itu, Ida mengungkapkan, untuk beberapa pekan ke depan, kondisi cuaca di Jakarta diprediksi didominasi cerah berawan hingga berawan tebal.
Baca Juga: Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Narkoba dan Obat Terlarang
"Secara umum, selama beberapa pekan kedepan, cuaca di wilayah Jakarta berpotensi cerah berawan-berawan tebal, dengan potensi hujan yang masih dapat terjadi pada beberapa wilayah," ungkap Ida.
