KAI Perluas Peluang Kolaborasi melalui Pemanfaatan Area Strategis di Stasiun dan Kereta LRT Jabodebek

Kamis 16 Apr 2026, 11:03 WIB
Potret pengelolaan ruang publik di area LRT Jabodebek yang difokuskan pada kegiatan komersial sebagai platform pendukung ekonomi perkotaan. (Sumber: Istimewa)

Potret pengelolaan ruang publik di area LRT Jabodebek yang difokuskan pada kegiatan komersial sebagai platform pendukung ekonomi perkotaan. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai mitra melalui pemanfaatan area strategis di stasiun dan rangkaian kereta, khususnya di lingkungan LRT Jabodebek. Hal ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi ruang layanan sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi pengguna LRT Jabodebek.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan dengan jumlah pengguna LRT Jabodebek harian yang mencapai lebih dari 100 ribu, menjadikan LRT sebagai salah satu ruang publik dengan tingkat interaksi yang tinggi di kawasan perkotaan.

“Hingga saat ini, LRT Jabodebek telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 20 mitra yang memanfaatkan area stasiun dan kereta sebagai bagian dari aktivitas dan strategi komunikasinya. Hal ini menunjukkan potensi besar ruang transportasi sebagai platform kolaborasi yang terus berkembang,” ucapnya.

Terdapat tiga stasiun yang mencatat volume pengguna yang signifikan secara konsisten setiap bulan pada triwulan pertama 2026, yakni Stasiun Dukuh Atas dengan 380 ribu hingga 420 ribu pengguna, Stasiun Harjamukti dengan 180 ribu hingga 300 ribu pengguna, serta Stasiun Kuningan dengan 220 ribu hingga 240 ribu pengguna sebagai stasiun dengan trafik tinggi.

Baca Juga: KAI Layani 2,7 Juta Pengguna LRT Jabodebek Selama Juli, Naik 18 Persen dari Bulan Sebelumnya

Selain itu, stasiun seperti Cikoko, Pancoran, Bekasi Barat, dan Rasuna Said juga menunjukkan tingkat pergerakan pengguna yang stabil, mencerminkan potensi penjualan maupun promosi produk yang merata di berbagai titik jaringan LRT Jabodebek. Pola ini memperkuat posisi LRT sebagai ruang strategis yang relevan untuk menjangkau masyarakat urban, khususnya pekerja dan kelompok produktif.

Pemanfaatan area strategis tersebut mencakup berbagai bentuk, mulai dari pemanfaatan ruang untuk kegiatan aktivasi, penyampaian informasi melalui media visual di stasiun dan kereta, hingga integrasi konten yang memungkinkan komunikasi secara lebih dinamis dengan pengguna.

Sebagai bagian dari pengelolaan ruang publik, LRT Jabodebek juga berkomitmen menjaga netralitas serta kenyamanan pengguna. Oleh karena itu, pemanfaatan area di lingkungan LRT difokuskan pada kegiatan yang bersifat komersial, informatif, dan non-politis.

Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra ini, LRT Jabodebek tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai platform yang menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem perkotaan, termasuk pelaku usaha, brand, dan masyarakat.

Baca Juga: Pasca Gempa di Kabupaten Bekasi, KAI Pastikan Layanan LRT Jabodebek Normal

“Area stasiun dan kereta memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara lebih optimal melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Hingga saat ini, LRT Jabodebek telah bekerja sama dengan 20 mitra, dan peluang ini masih terbuka luas untuk terus dikembangkan,” ujar Radhitya.


Berita Terkait


News Update