Dianggap Berefek Domino, Pengrajin Tahu Tempe di Jakbar Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai

Senin 13 Apr 2026, 14:15 WIB
Pekerja sedang memproduksi tahu dan tempe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 13 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Pekerja sedang memproduksi tahu dan tempe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 13 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Produsen atau pengrajin tahu dan tempe di wilayah DKI Jakarta mengeluhkan kenaikan harga kedelai. Kenaikan harga kedelai ini dianggap sangat mempengaruhi daya jual beli masyarakat di pasar.

Yudi, produsen atau pengrajin tahu tempe di Cengkareng, Jakarta Barat menyebut kenaikan harga kedelai membuat dirinya terpaksa harus merogok modal lebih untuk memproduksi tahu dan tempe.

"Karena kita kan belinya per ton, ya. Jadi kalau ada kenaikan di 1.000 itu ya nambahnya 1 juta per ton," kata Yudi kepada Pos Kota, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga: Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Cek 3 Titik Lokasi Berpotensi Macet

Yudi mengatakan sejauh ini terpantau harga kedelai naik 1.000 rupiah per kilogram. Sebelumnya ia menyebutkan bahwa harga kedelai hanya 10.200 rupiah per kilogramnya.

"Kalau dari kenaikan kedelai itu dari harga sebelumnya itu kisaran naik 1.000 lah, sebelumnya harga 10.200 per kg," ucapnya.

Menurut Yudi, harga kedelai sempat mengalami kenaikan cukup tinggi hingga mencapai 14.000 rupiah saat itu. Kenaikan harga ini dianggapnya masih belum terlalu tinggi.

"Pernah sampai 14.000 ya, kalau sekarang sebenarnya kedelai itu masih aman lah," tutur dia.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 13 April 2026: Waspada Sore Hujan Turun

Diungkapkan Yudi, yang paling terdampak dari kenaikan harga kedelai menurutnya dari pengeteng atau pengecer. Sebab mereka harus modal plastik yang saat ini harganya juga sedang mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

"Cuman kan kalau dari segi pengeteng itu, dari plastik, buat mereka ecer kemasan plastik lah utamanya ya," ungkap dia.

Sementara, meski harga kedelai naik, namun Yudi mengungkapkan dirinya sama sekali belum menaikkan harga pada tahu dan tempe yang dia produksi.

Sebab menurutnya, kenaikan harga akan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dari teman-teman paguyuban mereka.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tekankan Lomba MBG di CFD Utamakan Hidangan Sehat dan Lezat

"Kalau kenaikan harga itu kami kan ada paguyuban, nah biasanya kalau mau naik ya harus serentak. Tapi sejauh ini belum ada kenaikan," ujarnya.

Yudi sendiri mengungkapkan setiap harinya ia menggunakan kedelai sebanyak 450 kilogram per hari untuk memproduksi 250 kilogram tempe dan 200 kilogram tahu. (pan)


Berita Terkait


News Update