"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," tutur Dadan.
BGN juga menegaskan, kegiatan yang ditangani oleh EO tidak semata bersifat seremonial.
Sejumlah agenda yang dilaksanakan justru berfokus pada peningkatan kapasitas SDM, termasuk bimbingan teknis (bimtek) bagi para penjamah makanan guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," ungkap dia.
Menurut BGN, membangun tim internal dalam waktu singkat untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan bukanlah langkah yang praktis.
Proses tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga pembentukan sistem kerja yang solid.
Sementara itu, program makan bergizi gratis dituntut untuk segera berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," ungkap Dadan.
