Jangan Sepelekan! Kesalahan Ini Bisa Bikin Baterai Veloz Hybrid Overheat

Minggu 12 Apr 2026, 14:00 WIB
Toyota New Veloz Hybrid perlu perawatan terutama pada komponen utama seperti baterai hybrid. (Sumber: TMMIN)

Toyota New Veloz Hybrid perlu perawatan terutama pada komponen utama seperti baterai hybrid. (Sumber: TMMIN)

POSKOTA.CO.ID - Toyota New Veloz Hybrid EV hadir melengkapi lini kendaraan elektrifikasi di segmen MPV.

Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan model elektrifikasi lainnya, mobil ini menawarkan efisiensi bahan bakar serta emisi rendah, sehingga semakin diminati oleh konsumen keluarga.

Namun, pemilik kendaraan tetap perlu memahami aspek perawatan, terutama pada komponen utama seperti baterai hybrid.

Servis Berkala Jadi Kunci Performa Tetap Optimal

Program perawatan berkala menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa kendaraan tetap optimal.

“Dengan adanya program T-CARE, praktis pemilik New Veloz Hybrid EV tidak perlu memikirkan biaya jasa dan parts servis berkala, alias gratis untuk 7 kali servis berkala pertama. Namun begitu, AutoFamily tetap harus paham perawatan kendaraan ramah lingkungan ini supaya dapat memberikan kinerja yang maksimal, khususnya urusan HV baterai sebagai sumber energi untuk menggerakkan motor listrik,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.

Baca Juga: GIICOMVEC 2026: Toyota Bawa Hilux Rangga Multi Fungsi, Bisa Jadi Mobil Pemadam!

Baterai Hybrid Kompak dan Efisien

Toyota New Veloz Hybrid dibekali baterai lithium-ion yang memiliki kapasitas sekitar 0,7 kW dan mampu menghasilkan tenaga hingga 80 PS untuk motor listrik. (Sumber: TMMIN)

Baterai lithium-ion pada Veloz Hybrid memiliki kapasitas sekitar 0,7 kW dan mampu menghasilkan tenaga hingga 80 PS untuk motor listrik.

Keberadaan baterai ini mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga sekitar 40 persen dibandingkan versi mesin konvensional, dengan konsumsi yang diklaim mencapai 28,9 km/liter.

Penempatannya berada di bawah jok penumpang depan, sehingga tidak mengganggu ruang kabin maupun bagasi, sekaligus menjaga distribusi bobot kendaraan.

Sistem Pendingin Baterai Gunakan Udara Kabin

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah sistem pendingin baterai. Baterai HV pada mobil ini menggunakan sistem pendingin berbasis udara (air cooled), yang memanfaatkan aliran udara dari kabin untuk menjaga suhu tetap stabil.

Udara tersebut disalurkan melalui saluran khusus atau air intake duct yang berada di bawah jok penumpang depan.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menutup saluran udara pendingin tanpa disadari. Jika air intake duct tertutup, aliran udara ke baterai akan terhambat, sehingga berpotensi menyebabkan suhu meningkat hingga overheat.

Baca Juga: Toyota Siapkan Posko Mudik dan 297 Bengkel Siaga Jelang Lebaran 2026

Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kinerja baterai, baik saat proses pengisian maupun penggunaan. Selain itu, indikator peringatan pada panel instrumen juga bisa menyala sebagai tanda adanya gangguan pada sistem.

Dampak Jika Baterai Bermasalah

Jika baterai mengalami gangguan, kendaraan tidak dapat menyimpan energi listrik secara optimal.

Akibatnya, mesin bensin akan bekerja lebih sering sebagai sumber tenaga utama, yang berujung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

Dalam kondisi tersebut, pemilik disarankan segera melakukan pemeriksaan di bengkel resmi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Perawatan Rutin Tetap Diperlukan

Meski tidak memerlukan perawatan khusus, kondisi baterai tetap perlu dipantau melalui servis berkala.

Teknisi akan melakukan pengecekan, termasuk membersihkan filter udara pendingin serta memastikan sistem bekerja sesuai standar.

Baca Juga: Mobil Hybrid Jarang Dipakai Saat Mudik? Begini Cara Aman Memanaskan Mesin Toyota

Langkah ini penting untuk menjaga suhu kerja baterai tetap ideal dan mencegah risiko overheat.


Berita Terkait


News Update