Selain aktif sebagai legislator, Bonnie Triyana memiliki rekam jejak panjang dalam bidang sejarah dan kebudayaan.
Dirinya dikenal sebagai salah satu penggagas berdirinya Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, pada 2018.
Pendirian museum tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah Kabupaten Lebak, dengan memanfaatkan bangunan bekas kantor pejabat kolonial yang berdiri sejak 1923.
Baca Juga: Sosok Perempuan Hoodie Pink di Video Hotman Paris Siapa? Viral Jadi Sorotan Netizen
Museum tersebut menjadi salah satu pusat edukasi sejarah kolonialisme dan pergerakan sosial di Indonesia.
Tak hanya itu, Bonnie juga terlibat dalam upaya penyelamatan gedung Sarekat Islam di Semarang pada 2012.
Ia mengadvokasi pemulihan bangunan bersejarah tersebut karena dinilai memiliki nilai historis penting dalam perjalanan organisasi pergerakan nasional.
Dari sisi akademik, Bonnie Triyana menempuh pendidikan di bidang sejarah. Ia merupakan lulusan sarjana dari Jurusan Sejarah Universitas Diponegoro pada 2003.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Indonesia pada 2005.
Latar belakang pendidikan ini memperkuat posisinya sebagai sejarawan yang aktif dalam berbagai diskursus akademik dan publik.
Selain di dunia politik dan akademik, Bonnie Triyana juga berkiprah di bidang media. Berdasarkan informasi dari profil akun X pribadinya, ia saat ini menjabat sebagai redaktur senior di Majalah Historia, salah satu media sejarah populer di Indonesia.
Dia bahkan pernah menduduki posisi sebagai pemimpin redaksi majalah tersebut. Kehadiran Majalah Historia sendiri berawal dari inspirasi Bonnie terhadap majalah sejarah populer asal Brasil, Istoria.
