Namun demikian, Kusni mengaku sampai hari ini enggan menaikkan harga pecel yang dia jual karena tidak mau kehilangan pelanggan. Apalagi ia menyadari sekarang ini kondisi ekonomi masyarakat juga sedang susah.
"Kalau dinaikin ya pelanggan lari, malah kabur ke warung lain," keluhnya.
Dewi, pedagang plastik di Pasar Palmerah juga mengeluhkan kenaikan harga yang terjadi. Menurut dia, kenaikan harga plastik terjadi secara bertahap dan saat ini nyaris dua kali lipat misalnya untuk gelas plastik minuman.
"Gelas plastik kan biasanya 15 ribu, kemarin sempat jual 17 ribu,18 ribu, sekarang 20 ribu," ungkap dia. (pan)
