JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan, hingga Sabtu pagi, 4 April 2026, jumlah korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit terdapat 37 siswa dari total 104 siswa.
"Hari ini yang dirawat tinggal 37 orang, dari sebelumnya semuanya ada 104 siswa. 104 yang akses rumah sakit ya," ucap Ani kepada awak media, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga: WFH ASN DKI Jakarta Dibatasi, Hanya 25-50 Persen Pegawai, Ini Syaratnya dan Sektor yang Wajib Masuk
Ani menjelaskan, dari total 104 orang yang sempat datang ke rumah sakit, hanya sebagian yang harus dirawat. Sementara lainnya cukup mendapatkan perawatan sementara sebelum diperbolehkan kembali ke rumah.
"Dari 104 itu kan enggak semuanya rawat inap, ada yang datang terus boleh pulang gitu. Beberapa dirawat," ujar Ani.
Ani merinci, dari 37 pasien yang masih dirawat hingga pagi hari, mereka tersebar di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Di antaranya, tujuh pasien dirawat di RS Duren Sawit, enam di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, dan 19 orang di RS Harum. Sementara sisanya masing-masing dirawat di RS UIN Syarif Hidayatullah, RS Polri, RS Budhi Asih, RS Hermina Jatinegara, serta RSUD Tarakan.
"Tapi pada prinsipnya semuanya, apa namanya, tinggal pemulihan saja," ungkap Ani.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Mewah di Palmerah Jakbar Terbakar
Ani menyebut, lamanya masa perawatan setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada kondisi tubuh masing-masing.
"Dari usianya, dari daya tahannya dia, dari seberapa besar makanan yang masuk, kan pasti beda-beda. Jadi responsnya juga beda-beda," kata Ani.
