POSKOTA.CO.ID - Fenomena akun palsu yang meniru identitas publik figur kembali terjadi. Kali ini menimpa pedangdut populer, Dewi Perssik.
Ia mengaku kesal setelah mengetahui ada akun Facebook yang menggunakan namanya bahkan dilengkapi tanda centang biru yang identik dengan akun resmi.
Awalnya, kabar ini bukan datang dari dirinya langsung. Informasi justru muncul dari para penggemar setianya, yang dikenal sebagai DP Lovers. Mereka memberi tahu bahwa akun atas nama Dewi Perssik telah terverifikasi.
Sekilas, kabar itu terdengar membanggakan. Namun, situasinya berubah ketika Depe sapaan akrabnya mengecek sendiri akun tersebut.
Baca Juga: Clara Shinta Minta Maaf Usai Drama Rumah Tangga Viral, Pilih Tutup Luka dan Fokus pada Anak
Awal Mula Terungkap: Dari Penggemar ke Kekhawatiran
Saat membuka profil yang dimaksud, Depe langsung merasa ada yang janggal. Ia memastikan bahwa akun tersebut bukan miliknya.
“Awalnya banyak yang bilang aku sudah centang biru di Facebook. Aku kaget, karena aku nggak merasa punya akun itu. Pas aku lihat, jelas itu bukan punya aku,” ungkapnya.
Dari situ, muncul kekhawatiran yang lebih besar. Bukan sekadar soal nama yang dicatut, tetapi potensi penyalahgunaan identitas yang bisa merugikan banyak pihak. Apalagi, tanda verifikasi sering kali dianggap sebagai simbol keaslian dan kredibilitas.
Bukan Sekadar Nama, Tapi Potensi Penyalahgunaan
Menurut Depe, akun tersebut diduga sudah aktif cukup lama. Ia bahkan sempat mendengar bahwa akun Facebook tertentu bisa dimonetisasi melalui program seperti FB Pro. Hal ini membuka kemungkinan adanya motif ekonomi di balik penggunaan identitasnya.
Meski demikian, Depe sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan jika ada orang yang menggunakan namanya. Dalam dunia hiburan, hal semacam itu bukan hal baru. Namun, penggunaan tanda centang biru menjadi garis batas yang menurutnya tidak bisa ditoleransi.
“Kalau cuma pakai nama, sebenarnya aku nggak masalah. Tapi kalau sudah pakai centang biru, itu yang bikin khawatir. Takutnya disalahgunakan,” ujarnya.
Nada bicaranya terdengar lebih berhati-hati ketimbang marah. Namun di balik itu, ada kekesalan yang cukup jelas—terutama karena potensi dampaknya bagi publik.
Sudah Ditegur, Namun Tak Digubris
Sebelum mempertimbangkan jalur hukum, Depe mengaku sudah mencoba menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Ia beberapa kali menegur pemilik akun tersebut. Sayangnya, tidak ada perubahan.
Situasi ini akhirnya mendorongnya untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Sandy Arifin.
“Aku sudah tegur berkali-kali, tapi tetap saja begitu. Jadi aku konsultasi ke Bang Sandy, minta saran harus bagaimana,” jelasnya.
Saran yang diterima cukup tegas: jika pelanggaran masih berlanjut, maka langkah hukum bisa ditempuh.
Baca Juga: Usai Bongkar VCS Suami, Clara Shinta Akhirnya Buka Suara dan Sampaikan Permintaan Maaf
Pertimbangkan Laporan Polisi
Kini, Depe tengah mempersiapkan langkah lanjutan. Ia berencana bertemu langsung dengan pengacaranya untuk membahas kemungkinan pelaporan ke pihak berwajib. Bukti-bukti seperti tangkapan layar dan tautan akun juga sedang dikumpulkan.
“Kalau masih seperti itu, kemungkinan kita laporkan. Nanti kita bahas lagi langkah terbaiknya,” katanya.
Di sisi lain, ia juga meminta bantuan publik untuk memberikan informasi terkait keberadaan akun tersebut apakah masih aktif atau sudah dihapus.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa verifikasi akun di media sosial bukan jaminan mutlak keaslian identitas. Publik tetap perlu waspada, terutama ketika berinteraksi dengan akun yang mengatasnamakan figur terkenal.
Bagi publik figur, pencatutan identitas bukan hanya soal reputasi, tetapi juga risiko hukum dan finansial. Sementara bagi masyarakat umum, dampaknya bisa berupa misinformasi hingga potensi penipuan.
