Digitalisasi Armada Kian Meningkat di Asia Tenggara, TransTRACK Raih Pengakuan Internasional

Selasa 07 Apr 2026, 18:11 WIB
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Perusahaan teknologi TransTRACK kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dalam laporan terbaru bertajuk “Fleet Management in Southeast Asia” yang dirilis oleh Berg Insight, TransTRACK masuk dalam daftar penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut.

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyampaikan apresiasinya atas pengakuan tersebut. Ia menilai capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan sekaligus meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi digital dalam pengelolaan armada dan rantai pasok.

“Pengakuan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Masuk dalam daftar penyedia fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor transportasi dan logistik semakin menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan di kawasan,” ujar Anggia dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.

Berdasarkan laporan Berg Insight, Anggia menjelaskan, TransTRACK tercatat sebagai salah satu pemain utama di kawasan dengan lebih dari 200 ribu unit fleet management yang telah terpasang di berbagai negara Asia Tenggara melalui platformnya. Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti prospek pertumbuhan pasar yang kuat. 

Baca Juga: Dewa United Gandeng Kemenkraf, Dunia Balap Disiapkan jadi Industri Kreatif

"Jumlah sistem fleet management aktif di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 12,3 persen, dari sekitar 3,6 juta unit pada 2024 menjadi hampir 6,4 juta unit pada 2029," jelas Anggia.

Pertumbuhan tersebut, kata Anggia, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap teknologi telematics, sistem keselamatan kendaraan, serta optimalisasi armada berbasis data di berbagai sektor industri.

Tren ini menegaskan pentingnya solusi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan visibilitas dalam pengelolaan armada.

“Digitalisasi armada bukan lagi sekadar inovasi teknologi, tetapi telah menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan, dan keberlanjutan dalam industri logistik dan transportasi modern,” beber Anggia.

Baca Juga: IIMS 2026 Raup Rp9,5 Triliun, Industri Otomotif Dinilai Masih Bergairah

Sebagai perusahaan tech enabler, kata Anggia, TransTRACK menghadirkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Sehingga memungkinkan perusahaan memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan operasional armada secara real-time.

Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan mitra dan pelanggan yang terus mempercayakan transformasi digital operasional armada mereka kepada TransTRACK.

“Dukungan dan kolaborasi Anda menjadi penggerak utama dalam misi kami untuk menghadirkan ekosistem mobilitas yang lebih aman, cerdas, dan terhubung di Asia Tenggara,” ucap Anggia.

Lanjut Anggia, ke depan, TransTRACK berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi digital yang skalabel, berbasis data, dan berorientasi pada keberlanjutan. Hal itu untuk mendukung transformasi industri transportasi dan logistik di kawasan.

“Bersama-sama, kita akan terus membangun ekosistem armada yang lebih aman, lebih pintar, dan lebih terhubung di Asia Tenggara,” kata Anggia.


Berita Terkait


News Update