Persib Serius Kelola Sampah, GBLA Makin Hijau di Tiap Laga

Senin 06 Apr 2026, 19:20 WIB
Kegiatan bersih-bersih atau jaga kebersihan yang dilakukan di tiap laga Persib, di Stadion GBLA, Gedebage, Kota Bandung. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Kegiatan bersih-bersih atau jaga kebersihan yang dilakukan di tiap laga Persib, di Stadion GBLA, Gedebage, Kota Bandung. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pertandingan yang bukan hanya meriah, tapi juga ramah lingkungan.

Hal itu terlihat dari pengelolaan sampah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang semakin konsisten di setiap laga kandang.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat menghadapi Madura United dan Persik Kediri, Maung Bandung menggandeng Jubelo sebagai mitra resmi untuk menerapkan sistem zero waste to landfill.

Artinya, seluruh sampah yang dihasilkan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan diolah kembali agar punya nilai guna.

Baca Juga: Warga Tewas Tertimpa Pohon Tumbang, DPRD Kota Bandung Sentil Kinerja Pemkot

Pada laga kontra Madura United, 26 Februari 2026, tercatat sebanyak 2.904 kg sampah berhasil dikelola.

Rinciannya, 1.205 kg sampah organik, 852 kg anorganik, dan 847 kg residu. Sementara saat menjamu Persik Kediri, 9 Maret 2026, jumlah sampah meningkat menjadi 3.278 kg.

Komposisinya terdiri dari 1.586 kg organik, 759 kg anorganik, dan 933 kg residu.

Tak sekadar dibuang, sampah-sampah tersebut diproses lebih lanjut. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sampah anorganik didaur ulang, sedangkan residu ditangani melalui fasilitas khusus sesuai prosedur.

Baca Juga: Bandung Diguyur Hujan Usai Long Weekend? Ini Prakiraan Cuaca Hari Ini yang Wajib Kamu Tahu

Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang klub.

"Pertandingan bukan hanya soal di lapangan, tapi juga bagaimana seluruh ekosistemnya dikelola secara bertanggung jawab," kata Adit, Senin 6 April 2026.

Ia juga menegaskan bahwa GBLA bukan sekadar stadion, melainkan rumah bagi PERSIB dan Bobotoh.

"Menjaga kebersihan GBLA berarti menjaga kenyamanan, keselamatan, dan martabat PERSIB," ucapnya.

Baca Juga: Kronologi Pesta Pernikahan di Purwakarta Berujung Maut

Tren pengelolaan sampah ini juga terlihat konsisten di laga-laga sebelumnya. Di antaranya saat melawan Persija Jakarta mencapai 6.571 kg, kontra PSM Makassar 4.972 kg, hingga menghadapi Persebaya Surabaya sebanyak 1.564 kg.

Melalui kampanye ‘JagaGBLAJagaPERSIB’, manajemen terus mengajak Bobotoh untuk ikut menjaga kebersihan stadion.

Mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga menjaga fasilitas, jadi bagian penting dukungan di luar lapangan.

GBLA bukan hanya tempat bertanding, tapi juga simbol kebanggaan.

"Menjaganya berarti ikut merawat masa depan PERSIB," tuturnya. (gat)


Berita Terkait


News Update