Aduan Warga Diduga Dimanipulasi AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Membohongi

Senin 06 Apr 2026, 19:22 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait dugaan manipulasi laporan pengaduan masyarakat melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang disebut-sebut melibatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pramono menegaskan telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, mulai dari tingkat kelurahan hingga satuan kerja perangkat daerah terkait

"Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, Lurah di Kalisari maupun Kasudin-nya," ucap Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.

Baca Juga: 10 Ribu Nakes di Kabupaten Tangerang Segera Terima Vaksin Campak

Bahkan, Pramono meminta agar pihak yang terlibat manipulasi tindak lanjut aduan masyarakat itu diberikan hukuman setimpal, agar kejadian serupa tak terulang kembali. 

"Siapapun yang salah harus diberikan hukuman. Dan ini tidak boleh terulang kembali," ujar Pramono. 

Menurutnya, transparansi merupakan prinsip utama yang harus dijaga dalam setiap proses penanganan aduan masyarakat.

"Karena bagaimanapun bagi pemerintah Jakarta transparansi itu menjadi hal yang penting," kata Pramono. 

Baca Juga: Pemprov DKI Akui Kekeliruan Validasi Aduan JAKI, Bukti Tindak Lanjut Diduga Gunakan AI

Pramono menilai, kejujuran dalam menyampaikan progres penanganan jauh lebih penting dibandingkan memaksakan laporan seolah-olah telah selesai.

"Lebih baik misalnyalah, belum selesai ya belum selesai aja daripada kemudian dilakukannya apa, dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi," ungkap Pramono. 


Berita Terkait


News Update