Obrolan Warteg: yang Utama Hemat Penggunaan BBM

Rabu 01 Apr 2026, 15:22 WIB
Obrolan Warteg: yang Utama Hemat Penggunaan BBM, edisi Rabu, 1 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan Warteg: yang Utama Hemat Penggunaan BBM, edisi Rabu, 1 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Jadi pembatasan ini lebih tepatnya disebut pembelian wajar sesuai kebutuhan ya,” kata Yudi.

“Bukan hanya pembelian saja yang wajar sesuai kebutuhan, penggunaannya kudu wajar juga, jangan berlebihan meski memiliki kemampuan untuk membeli 100 liter per hari,” kata mas Bro.

“Memangnya ada mobil dengan kapasitas tangki seratus liter?,” tanya Yudi.

“Loh banyak, utamanya mobil-mobil jenis SUV ukuran besar, apalagi yang sudah dimodifikasi kapasitas tangki di atas seratus liter,” kata mas Bro.

“Tapi mobil jenis itu kan tidak menggunakan BBM bersubsidi,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Anak, Cucu, hingga Cicit Perusahaan

“Hemat BBM harus dilakukan oleh semua kalangan, baik kalangan atas, menengah dan bawah. Tak hanya yang menggunakan BBM bersubsidi saja, juga pengguna BBM non subsidi, meski dengan harga tinggi masih mampu membeli,” tegas mas Bro.

“Setuju Bro. Hemat energi harus menjadi kepedulian semua pihak. Dengan hemat energi, termasuk BBM, kita sudah ikut berkontribusi terhadap negeri dalam mengatasi krisis energi,” jelas Heri.

“Maksudnya yang subsidi dibatasi, yang non subsidi atas kesadaran sendiri,” kata Yudi.

“Prinsipnya hemat energi itu perlu, terlebih yang bahan bakunya masih impor. Yang bahan bakunya tinggal menggali-ngebor saja seperti air, juga harus hemat penggunaanya demi kelestarian lingkungan hidup kita, “ jelas mas Bro.

“Bukan cuma energi dan air, kita juga harus hemat pangan, meski sudah swasembada beras, jangan lantas masak berlebihan, akhirnya terbuang,”  kata Heri mengakhiri obrolan warteg hari ini.


Berita Terkait


News Update