Selain faktor strategi, tekanan global seperti kenaikan harga komoditas juga menjadi tantangan.
Di sisi lain, berkurangnya insentif seperti kredit pajak membuat minat investor terhadap proyek kendaraan listrik mulai melandai.
Baca Juga: CB400 Super Four Kembali? Honda Beri Sinyal Lewat Motor Conce
Apalagi, Afeela sejak awal diposisikan sebagai mobil premium dengan harga di atas 90.000 dolar AS, sehingga tidak menyasar pasar massal.
Padahal, Afeela menawarkan berbagai teknologi canggih yang cukup kompetitif. Mobil ini dirancang dengan sistem mengemudi pintar berbasis sensor, kamera, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keselamatan.
Tak hanya itu, pengalaman hiburan juga menjadi nilai jual utama, mulai dari audio 360 derajat hingga layar kabin berukuran besar. Bahkan, pengguna dapat menikmati streaming game melalui integrasi PlayStation Remote Play.
Meski batal diproduksi, proyek Afeela menunjukkan bagaimana kolaborasi teknologi dan otomotif bisa menghadirkan inovasi baru. Namun di tengah ketidakpastian pasar EV, pendekatan yang lebih realistis kini menjadi pilihan utama para produsen global.
