“Disumbangkan ke panti asuhan, hampir semuanya. Tidak satu panti asuhan saja,” kata Harry Kiss.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari proses mengikhlaskan kepergian sekaligus berbagi manfaat kepada sesama. Keluarga berharap, barang-barang tersebut dapat menjadi ladang kebaikan yang terus mengalir.
Meski begitu, ada beberapa barang pribadi yang tetap disimpan oleh keluarga, terutama pakaian yang masih bisa digunakan oleh sang ayah.
“Banyak yang terakhir-terakhir kan dia bajunya oversize. Kalau yang oversize saya bisa pakai,” ujarnya.
Kepergian Vidi Aldiano memang meninggalkan luka mendalam, namun nilai-nilai kebaikan yang ia tinggalkan terus hidup melalui keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Dari rencana ibadah haji hingga aksi berbagi kepada sesama, kisah ini menjadi pengingat bahwa niat baik akan selalu menemukan jalannya.
