Sektor yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti manufaktur dan layanan publik, tetap akan berjalan seperti biasa. Pemerintah hanya akan mendorong penerapan WFH pada sektor yang memungkinkan.
“Kalau dipilih dengan cermat, misalnya satu hari seperti Jumat, pasti ada penghematan BBM, meskipun besarannya tergantung harga minyak,” jelasnya.
Produktivitas Tetap Dijaga
Pemerintah juga memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu produktivitas nasional secara signifikan. Penerapan WFH yang terbatas dinilai masih mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kinerja ekonomi. “Produktivitas total tidak akan terlalu terganggu kalau hanya satu hari saja,” ujarnya.
Kebijakan ini justru dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi tanpa harus mengorbankan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Dalam konteks yang lebih luas, penerapan WFH tidak lagi sekadar soal fleksibilitas kerja, melainkan menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika ekonomi global. Pemerintah berupaya mencari titik keseimbangan antara efisiensi energi dan stabilitas produktivitas nasional.
Dengan pendekatan yang terukur dan fleksibel, kebijakan ini diharapkan mampu menjadi solusi adaptif di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
