POSKOTA.CO.ID - Setelah bulan Ramadhan berakhir, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal. Namun, sebagian orang masih memiliki utang puasa Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit atau kondisi khusus bagi perempuan.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu: puasa qadha atau puasa Syawal?
Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, dalam kondisi tersebut puasa qadha sebaiknya didahulukan. Hal ini karena qadha bersifat wajib, sedangkan puasa Syawal merupakan ibadah sunnah.
Ia menjelaskan bahwa secara adab dan prioritas dalam ibadah, kewajiban harus didahulukan dibandingkan amalan sunnah.
Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar Lebih? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Aturannya
Dahulukan yang Wajib Sebelum Sunnah

Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa ketika seseorang dihadapkan pada dua jenis ibadah wajib dan sunnah maka yang wajib harus menjadi prioritas utama.
Meski waktu untuk mengganti puasa qadha masih cukup panjang, yakni hingga menjelang Ramadhan berikutnya (sekitar 11 bulan), ia mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui kapan ajal akan datang.
Oleh karena itu, lebih baik menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu agar tidak meninggalkan utang ibadah.
Bagaimana Jika Tidak Sempat Puasa Syawal?
Menjawab kekhawatiran banyak orang terkait kemungkinan tidak sempat menjalankan puasa Syawal karena harus menyelesaikan qadha terlebih dahulu, Ustaz Adi Hidayat memberikan pandangan yang menenangkan.
Baca Juga: Apakah Zakat Fitrah Wajib bagi Orang Tidak Mampu? Ini Penjelasannya
Ia menyarankan agar umat Muslim tetap menanamkan niat dan keinginan kuat untuk menjalankan puasa Syawal.
Dengan niat yang tulus, Allah SWT dapat memberikan pahala meskipun belum sempat melaksanakannya.
Menurutnya, kemuliaan seorang hamba di hadapan Allah tidak hanya dilihat dari amal yang dilakukan, tetapi juga dari ketulusan niat dan kebersihan hati.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa qadha sebaiknya didahulukan karena bersifat wajib. Setelah itu, barulah menjalankan puasa sunnah Syawal jika masih ada kesempatan.
Memprioritaskan kewajiban serta menjaga niat yang tulus menjadi kunci utama dalam menjalankan ibadah secara optimal.
