Niat Puasa Ramadhan Harus Diucapkan Atau Tidak? Begini Hukumnya dalam Islam

Rabu 18 Feb 2026, 12:23 WIB
Ilustrasi - Aturan membaca niat puasa Ramadhan secara lisan. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi - Aturan membaca niat puasa Ramadhan secara lisan. (Sumber: Pinterest)

POSKOTACOID - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sebelum menjalani ibadah puasa Ramadhan, umat Islam perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk dengan memenuhi syarat dan rukun puasa

Salah satu rukun puasa yang tak boleh ditinggalkan dan menjadi landasan utama dalam menjalankan ibadah adalah niat.

Baca Juga: 5 Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad, Bukan Sekadar Lapar dan Haus

Menghimpun dari laman resmi MUI, seorang muslim wajib berniat sebelum mengerjakan puasa.

Namun yang sering menjadi pertanyaan, apakah niat puasa harus diucapkan secara lisan atau boleh hanya dalam hati?

Kewajiban Membaca Niat Puasa Ramadhan

Masih dihimpun dari sumber yang sama, dalam Mazhab Syafi'i membaca niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam sebelum menjalankan puasa pada keesokan harinya.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Surabaya dan Jawa Timur, KLIK Link Unduh PDF di Sini

Dilansir dari NU Online, niat puasa harus dibaca pada malam hari dari setelah Maghrib hingga terbit fajar. Ketentuan ini seperti yang diterangkan oleh sejumlah periwayat hadits.

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ


Berita Terkait


News Update