Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Jumat 20 Mar 2026, 13:34 WIB
Konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2026 dengan melibatkan ulama serta berbagai ahli terkait.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya hilal terlihat disepakati bahwa 1 Syawal pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang isbat, Kamis, 19 Maret 2026.

Menurut Nasaruddin, dalam sidang sidang isbat itu, pemerintah menyatakan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Baca Juga: Ketua DPD RI Imbau Seluruh Pihak Utamakan Dialog di Tengah Eskalasi Konflik Global

Dengan demikian, umat Muslim di Indonesia menyempurnakan ibadah puasa Ramadan menjadi 30 hari. Keputusan ini diambil melalui kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). 

"Proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas pemantauan di berbagai daerah. Penentuan ini telah melalui konfirmasi dari petugas rukyat di 117 titik pemantauan, dan hasilnya tidak ada satu pun wilayah yang melaporkan terlihatnya hilal,” jelas Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin memaparkan data astronomi yang menjadi dasar penetapan. Menurutnya, posisi hilal di Indonesia masih berada di bawah standar visibilitas yang ditentukan.

“Adapun data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik,” tuturnya.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Polisi Ungkap Aksi Terencana dan Banyak Pelaku

Sidang isbat sendiri berlangsung sejak sore hingga malam hari di Auditorium HM Rasjidi, dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan DPR, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, hingga lembaga seperti BMKG, BRIN, dan Planetarium Jakarta.


Berita Terkait


News Update