Aksi penyiraman air keras terjadi ketika pelaku berpapasan dengan korban di kawasan Cempaka Putih. Dalam kejadian tersebut, satu orang diduga berperan sebagai eksekutor, sementara pelaku lainnya bertugas mendukung dan memastikan jalur pelarian aman.
Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor ke arah berbeda. Salah satu pelaku bahkan sempat melawan arus lalu lintas untuk menghindari kejaran.
Dalam proses pelarian, pelaku juga sempat terekam membersihkan diri dengan air mineral, diduga akibat terkena cairan berbahaya yang digunakan dalam serangan tersebut.
Barang Bukti dan Jejak Digital Jadi Kunci
Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rekaman CCTV yang digunakan dalam penyelidikan adalah autentik dan tidak mengalami manipulasi digital.
Selain itu, sejumlah barang bukti seperti helm yang diduga digunakan pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani uji laboratorium.
Keterkaitan antara rekaman sebelum, saat, hingga setelah kejadian menjadi elemen penting dalam upaya mengidentifikasi pelaku dan mengungkap jaringan yang terlibat.
Baca Juga: Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus di RSCM, Anies Beri Surat Dukungan
Penyelidikan Masih Terus Dikembangkan
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Fokus utama adalah mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi penyiraman tersebut.
Belum ada keterangan lanjutan yang disampaikan secara resmi, baik dari kepolisian maupun pihak korban. Namun, pola kejadian yang terungkap sejauh ini mengarah pada dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku dengan perencanaan yang cukup matang.
