POSKOTA.CO.ID - Menjelang puncak arus mudik lebaran 2026, potensi kemacetan di sejumlah ruas jalan diperkirakan masih sulit dihindari. Tingginya mobilitas masyarakat yang pulang ke kampung halaman setiap tahun menjadi salah satu faktor utama yang memicu kepadatan lalu lintas di berbagai jalur utama.
Pengamat transportasi yang juga Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang menilai kemacetan sudah menjadi fenomena yang hampir tidak terpisahkan dari tradisi mudik di Indonesia.
“Tetap akan macet karena mudik lebaran kalo tidak macet bukan mudik Lebaran," ujar Deddy kepada Poskota, Rabu.
Menurutnya, arus kendaraan yang meningkat drastis menjelang Hari Raya Idulfitri membuat kemacetan sulit dihindari. Bahkan, kondisi tersebut dianggap sebagai bagian dari dinamika perjalanan mudik setiap tahunnya.
Baca Juga: Permintaan Mobil Bekas jelang Mudik Lebaran 2026 Tinggi, Fortuner hingga CR-V jadi Incaran Terbanyak
Deddy menjelaskan bahwa penggunaan transportasi umum massal menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya. Selain itu, program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun berbagai instansi juga dinilai mampu membantu menekan volume kendaraan selama periode mudik.
"Bila ingin mengurai kemacetan tetap menggunakan angkutan umum massal atau mudik gratis," ucap Deddy.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik juga meningkatkan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, upaya menekan angka kecelakaan di jalan raya dan jalan tol perlu menjadi prioritas utama selama periode mudik.
Baca Juga: Dishub DKI Prediksi Puncak Mudik 18 Maret 2026, 2.088 Personel Disiagakan
"Yang urgent sebenarnya adalah menekan angka kecelakaan sebaiknya mungkin di jalan raya dan Tol," kata dia.
