POSKOTA.CO.ID - Momen Idul Fitri selalu dinantikan banyak orang, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga karena hadirnya Tunjangan Hari Raya (THR).
Namun, tidak sedikit orang yang justru kehabisan THR dalam waktu singkat akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.
Padahal, jika dikelola dengan baik, THR dapat menjadi penopang kondisi keuangan hingga beberapa bulan ke depan.
Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan agar uang THR tidak cepat habis.
Baca Juga: THR Lebaran 2026 Wajib Dibayar! Ini Sanksi Denda 5 Persen bagi Perusahaan yang Melanggar
Pahami Fungsi THR, Bukan Sekadar Uang Tambahan

THR merupakan hak pekerja yang telah diatur dalam regulasi pemerintah, sehingga tidak seharusnya dianggap sebagai “uang kaget” yang bebas dihabiskan.
Dengan memahami fungsi utamanya sebagai tambahan penghasilan, masyarakat bisa lebih bijak dalam mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan penting seperti tabungan, investasi, maupun rencana keuangan jangka panjang.
Susun Skala Prioritas Sejak Awal
Perencanaan menjadi kunci utama dalam mengelola THR. Sebelum dana cair, sebaiknya buat daftar kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Prioritaskan pengeluaran penting seperti biaya mudik, zakat, dan kebutuhan pokok Lebaran. Cara ini efektif untuk menghindari pemborosan akibat belanja tanpa perencanaan yang jelas.
Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Area Konflik Iran–AS–Israel, Ini Kronologinya
Pisahkan Rekening agar Keuangan Lebih Terkontrol
Mencampur THR dengan uang harian sering kali membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali. Untuk mengatasinya, pisahkan dana THR ke rekening khusus.
Langkah sederhana ini terbukti mampu membantu menjaga disiplin dalam penggunaan uang, sehingga alokasi dana tetap sesuai rencana.
Hindari Godaan Belanja Impulsif
Diskon besar dan tren Lebaran kerap memicu perilaku konsumtif. Tanpa disadari, banyak orang membeli barang di luar kebutuhan.
Solusinya, pegang prinsip untuk hanya membeli barang yang sudah direncanakan sebelumnya. Dengan begitu, pengeluaran tetap terkendali dan THR tidak habis sia-sia.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Dukung Pekerja Punya Hunian Layak lewat Program MLT
Alokasikan untuk Utang, Tabungan, dan Investasi
Menggunakan sebagian THR untuk melunasi utang merupakan langkah bijak yang dapat meringankan beban finansial.
Selain itu, penting juga menyisihkan dana untuk tabungan, investasi seperti reksa dana, serta dana darurat. Kombinasi ini akan menjaga stabilitas keuangan setelah Lebaran.
Gunakan Formula Pembagian THR
Agar pengelolaan lebih terarah, gunakan rumus sederhana dalam membagi THR, seperti:
- 40 persen untuk kebutuhan Lebaran
- 20–30 persen untuk melunasi utang
- 20 persen untuk tabungan atau investasi
- 10 persen untuk zakat dan sedekah
Skema ini bersifat fleksibel, namun cukup efektif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan masa depan.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp16.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Masih Terkendali
Waspadai Efek “Rezeki Nomplok”
Secara psikologis, THR sering dianggap sebagai rezeki tambahan yang boleh dihabiskan sesuka hati. Pola pikir ini justru menjadi penyebab utama keuangan cepat habis.
Dengan mengubah cara pandang dan mengelola THR secara strategis, dana tersebut bisa menjadi peluang untuk memperkuat kondisi finansial.
Mengatur THR dengan bijak bukan berarti mengurangi kebahagiaan saat Lebaran. Justru, perencanaan yang matang memungkinkan Anda menikmati momen bersama keluarga tanpa kekhawatiran finansial di kemudian hari.
Pada akhirnya, THR bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari raya, tetapi juga sebagai langkah awal menjaga kesehatan keuangan jangka panjang.
