Sering Gagal Bikin Nastar Mulus? Ini 3 Cara Mengatasi Olesan yang Retak dan Penyebabnya

Selasa 17 Mar 2026, 08:58 WIB
Ilustrasi kue nastar dengan permukaan kuning keemasan yang halus dan mengilap, salah satu kue kering favorit saat Lebaran. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Ilustrasi kue nastar dengan permukaan kuning keemasan yang halus dan mengilap, salah satu kue kering favorit saat Lebaran. (Sumber: Wilkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Kue nastar selalu menjadi salah satu sajian favorit saat Lebaran. Kue kering berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini dikenal memiliki tekstur lembut serta permukaan kuning keemasan yang mengilap. Namun, tidak sedikit orang mengalami masalah ketika membuatnya: permukaan nastar retak setelah dipanggang.

Padahal, tampilan nastar yang halus dan rapi sering menjadi indikator keberhasilan dalam membuat kue kering ini. Retakan pada bagian atas biasanya terjadi karena kesalahan kecil dalam proses pengolesan telur atau teknik memanggang.

Kabar baiknya, masalah tersebut sebenarnya bisa dihindari jika memahami penyebabnya dan menerapkan teknik yang tepat saat membuat nastar di rumah.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di DKI Jakarta Selasa 17 Maret 2026

Penyebab Permukaan Nastar Retak Setelah Dipanggang

Beberapa faktor dapat membuat lapisan kuning telur pada nastar pecah saat dipanggang. Salah satu penyebab paling umum adalah suhu oven yang terlalu tinggi.

Ketika suhu oven terlalu panas, adonan nastar akan mengembang terlalu cepat. Akibatnya, lapisan telur yang berada di permukaan tidak mampu mengikuti perubahan bentuk adonan sehingga muncul retakan kecil.

Selain itu, waktu pengolesan telur juga sangat berpengaruh. Mengoleskan kuning telur saat adonan masih mentah atau ketika kue baru keluar dari oven dalam kondisi sangat panas dapat menyebabkan lapisan tersebut mudah pecah setelah mengering.

Kondisi selai nanas juga perlu diperhatikan. Selai yang terlalu basah mengandung banyak air. Ketika dipanggang, air tersebut akan menguap dan menghasilkan tekanan dari dalam kue. Tekanan ini dapat mendorong adonan dan membuat permukaan nastar retak.

Ketebalan olesan telur juga berperan besar. Jika lapisan telur terlalu tebal, bagian luar akan cepat mengeras saat terkena panas oven, sementara bagian dalamnya masih mengembang. Perbedaan ini sering menyebabkan permukaan kue pecah.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah tekstur adonan. Adonan yang terlalu lembek misalnya karena mentega dikocok terlalu lama atau takaran tepung kurang dapat membuat nastar melebar ketika dipanggang. Ketika bentuknya berubah, lapisan telur di atasnya ikut pecah.

Teknik Memanggang Nastar Agar Permukaannya Mulus

Salah satu teknik yang banyak digunakan oleh pembuat kue rumahan maupun profesional adalah metode memanggang dua tahap.


Berita Terkait


News Update