Hasil penelusuran mereka menunjukkan bahwa “jari keenam” yang ramai dibicarakan hanyalah ilusi optik. Efek tersebut muncul akibat sudut pengambilan gambar, pencahayaan, serta posisi tangan Netanyahu saat menunjuk podium.
Selain itu, chatbot AI milik platform X bernama Grok juga menyebutkan bahwa Netanyahu memiliki lima jari di masing-masing tangan dan video yang beredar merupakan rekaman asli.
Baca Juga: Kabar Netanyahu Meninggal Akibat Serangan Udara Iran Viral, Benarkah?
Foto Netanyahu Terluka Ternyata Hasil Rekayasa AI
Selain isu jari tambahan, publik juga dihebohkan dengan beredarnya sejumlah foto yang memperlihatkan Netanyahu berada di bawah reruntuhan bangunan dengan kondisi terluka.
Namun gambar-gambar tersebut kemudian diidentifikasi sebagai hasil manipulasi dari generator gambar berbasis AI. Foto tersebut tidak memiliki bukti autentik yang dapat diverifikasi.
Pihaknya juga memastikan bahwa Netanyahu tetap berada di Israel dan terus memimpin langkah militer serta diplomatik di tengah konflik yang berlangsung.
Di era teknologi kecerdasan buatan yang semakin canggih, video dan foto manipulasi dapat dibuat dengan sangat cepat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayainya.
Menjaga sikap kritis terhadap informasi menjadi kunci agar publik tidak mudah terjebak dalam gelombang disinformasi yang kerap dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu di tengah situasi krisis.
