POSKOTA.CO.ID - Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, banyak pertanyaan terkait penentuan tanggal Hari Raya Idul Fitri. Informasi mengenai kapan Lebaran akan dilaksanakan menjadi penting bagi banyak orang.
Setiap tahun, prediksi tanggal Idul Fitri kerap menjadi perbincangan karena adanya kemungkinan perbedaan penetapan antara beberapa pihak. Hal tersebut juga diperkirakan terjadi pada Lebaran 2026 mendatang.
Sejumlah perkiraan menyebutkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 2026 berpotensi jatuh pada 20 atau 21 Maret. Perbedaan ini berkaitan dengan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah.
Di Indonesia, penentuan awal bulan Hijriah memang sering memunculkan perbedaan tanggal perayaan hari besar keagamaan. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan pendekatan antara metode perhitungan astronomi dan metode pengamatan langsung terhadap bulan sabit.
Baca Juga: Cara Bikin Twibbon Idul Fitri 2026 di Canva Hasil Estetik, Mudah dan Cepat
Perbedaan Metode Penentuan Awal Bulan Syawal
Salah satu organisasi Islam di Indonesia, Muhammadiyah, menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab. Metode ini dilakukan melalui perhitungan astronomi secara matematis untuk mengetahui posisi bulan secara akurat.
Berdasarkan kalender Hijriah yang telah disusun oleh Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Jika merujuk pada perhitungan tersebut, warga Muhammadiyah kemungkinan akan merayakan Idul Fitri pada tanggal tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan metode rukyatul hilal. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung munculnya bulan sabit muda setelah matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadhan.
Hasil pengamatan dan penentuan hilal dari berbagai lokasi di Indonesia kemudian dibahas dalam sidang isbat yang digelar pemerintah. Karena keputusan ini bergantung pada hasil rukyat di lapangan, Lebaran versi pemerintah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
Baca Juga: Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan? Ini Penjelasan Ulama dan Hikmahnya
Mengapa Tanggal Lebaran Bisa Berbeda?
Perbedaan tanggal Idul Fitri di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Metode hisab mengandalkan perhitungan astronomi yang sudah dapat diprediksi jauh hari sebelumnya. Sementara itu, metode rukyat menunggu hasil pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik pengamatan.
Perbedaan metode tersebut terkadang menyebabkan awal Ramadhan maupun Idul Fitri memiliki selisih waktu satu hari. Meskipun demikian, kondisi ini bukanlah hal baru dan sudah lama menjadi bagian dari dinamika kehidupan keagamaan di Indonesia yang beragam.
Baca Juga: Cek Titik Lokasi Operasi Ketupat Lebaran 2026, Ada Rekayasa Lalu Lintas
Pemerintah Akan Umumkan Keputusan Resmi
Pemerintah biasanya menetapkan secara resmi tanggal Hari Raya Idul Fitri melalui sidang isbat yang dilaksanakan menjelang akhir Ramadhan. Sidang tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk para ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama sebelum memastikan waktu pelaksanaan Idul Fitri.
Keputusan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi acuan bersama agar pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan dengan tertib dan serentak di berbagai wilayah Indonesia.
