POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan berbagai keistimewaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT pada bulan penuh berkah ini adalah hadirnya malam Lailatul Qadar, malam yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.
Dalam Alquran dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar dan melampaui ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu lain.
Namun menariknya, Allah SWT tidak pernah menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Tidak ada tanggal tertentu yang ditetapkan secara tegas mengenai waktu datangnya malam istimewa tersebut.
Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Ini Waktu yang Dianjurkan Membayar Zakat Fitrah Sebelum Lebaran 2026
Hal ini tercermin dalam hadis yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha: Ketika Rasulullah SAW memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk lebih konsentrasi beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim)
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Pertanyaan yang sering muncul di kalangan umat Islam adalah mengapa Allah SWT tidak memberitahukan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi, padahal keutamaannya begitu besar.
Para ulama menjelaskan bahwa di balik kerahasiaan tersebut terdapat hikmah yang sangat mendalam.
Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi (wafat 620 H) menjelaskan bahwa Allah menyembunyikan waktu Lailatul Qadar agar para hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berdoa untuk mencarinya. Hal ini juga diibaratkan seperti disembunyikannya waktu mustajab pada hari Jumat.
