POSKOTA.CO.ID - Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Islam di Indonesia biasanya mulai menantikan satu momen penting: kepastian kapan Hari Raya Idul Fitri tiba. Pertanyaan tentang kapan 1 Syawal jatuh bukan sekadar soal kalender, tetapi juga berkaitan dengan tradisi keagamaan, mudik, hingga persiapan perayaan bersama keluarga.
Pada tahun 2026, penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian publik. Beberapa lembaga telah merilis prediksi berdasarkan metode astronomi dan perhitungan kalender Islam. Meski begitu, keputusan resmi tetap menunggu pengumuman pemerintah melalui sidang isbat.
Berikut ini penjelasan bagaimana penetapan 1 Syawal dilakukan, mengapa terkadang terjadi perbedaan tanggal Lebaran, serta apa saja prediksi yang telah disampaikan oleh berbagai lembaga.
Baca Juga: Apakah Zakat Fitrah Wajib bagi Orang Tidak Mampu? Ini Penjelasannya
Bagaimana Penentuan Awal Syawal Dilakukan?
Di Indonesia, penentuan awal bulan hijriah seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sidang ini menggabungkan dua pendekatan utama dalam penanggalan Islam, yaitu:
- Hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi Bulan secara matematis.
- Rukyat, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda setelah Matahari terbenam.
- Pemerintah menggunakan kriteria yang disepakati negara-negara Asia Tenggara melalui forum MABIMS.
Kriteria tersebut menyatakan bahwa hilal dinilai berpotensi terlihat jika memenuhi dua syarat utama:
- Ketinggian bulan minimal 3 derajat
- Sudut elongasi minimal 6,4 derajat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa proses penentuan dilakukan secara terbuka.
“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya.
Prediksi Idul Fitri 2026 dari Berbagai Lembaga
Beberapa lembaga penelitian dan organisasi Islam telah merilis perkiraan tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan metode masing-masing.
Prediksi BRIN
Menurut analisis astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kemungkinan besar Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.
