“Kalau lewat jalur yang saya pilih ini memang lebih lama, tapi terbayarkan dengan pemandangannya. Jadi mudik sekaligus healing," kata Wisma.
Sementara itu, Andri, 42 tahun, mengaku memilih jalur arteri untuk perjalanan mudiknya menuju Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Namun ia tetap menggunakan jalan tol dari Jakarta sebelum keluar di wilayah Cikampek. Lalu perjalanan dilanjutkan melalui jalur Pantai Utara atau Pantura hingga menuju Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang menjadi lokasi kampung halamannya.
“Kalau bablas tol dari Jakarta biasanya keluarnya di Kertajati, itu masih jauh sekitar 80 kilometer lagi dari kampung halaman saya,” kata Andri.
Selain pertimbangan jarak, ia mengaku memiliki alasan lain memilih jalur arteri, yakni ingin kembali merasakan suasana perjalanan mudik seperti sebelum adanya ruas tol panjang di wilayah Jawa Barat.
“Saya juga sekalian nostalgia, dulu sebelum ada Tol Cipali kan mudiknya lewat Pantura. Rasanya lebih terasa suasana mudiknya dibandingkan kalau lewat tol terus,” beber Andri.
Menurut Andri, perjalanan melalui jalur arteri memberikan pengalaman yang berbeda karena pemudik bisa melihat aktivitas masyarakat di sepanjang jalan serta lebih sering berhenti di berbagai titik untuk beristirahat.
Rencananya dia bersama anak dan istrinya akan mudik pada hari Selasa, 17 Maret 2026.
