Mudik Sekaligus Healing, Pemudik Pilih Jalur Pansela dan Pantura Dibanding Tol

Minggu 15 Mar 2026, 21:32 WIB
Ilustrasi mudik lebaran. (Sumber: Poskota/Bilal Ginanjar Nugraha)

Ilustrasi mudik lebaran. (Sumber: Poskota/Bilal Ginanjar Nugraha)

POSKOTA.CO.ID - Sejumlah pemudik masih memilih jalur arteri sebagai alternatif perjalanan menuju kampung halaman pada musim mudik Lebaran tahun 2026. Selain untuk menghindari kepadatan di jalan tol, sebagian pemudik juga mengaku ingin menikmati suasana perjalanan yang dianggap lebih terasa dibandingkan melintasi jalan tol secara penuh.

Salah seorang pemudik, Wisma, 39 tahun mengaku berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi menuju Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya melalui jalur arteri.

Ia sengaja menghindari kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Cipularang yang biasanya menjadi titik kemacetan saat arus mudik Lebaran.

“Kalau lewat tol biasanya macetnya panjang, terutama di Jakarta-Cikampek terus Tol Cipularang. Makanya tahun ini saya pilih lewat jalur arteri saja,” kata Wisma kepada Poskota, Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga: Jalur Arteri Jadi Alternatif Bagi Pemudik Hindari Kepadatan di Tol

Wisma menjelaskan rute yang akan dilaluinya yakni dari Jakarta menuju kawasan Puncak, Bogor, kemudian turun ke Cianjur sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri jalur selatan Jawa hingga ke wilayah Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Kemudian jika kawasan Puncak dua berpotensi macet dirinya akan melewati jalur Caringin ke Sukabumi.

“Saya paling enggak suka macet, mending jauh dari pada macet, capeknya beda. Karena saya mudik H-1 balik ke Jakarta H+15," kata Wisma.

Menurut Wisma, perjalanan melalui jalur tersebut memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan rute normal melalui tol.

Baca Juga: Kendaraan Mudik Arah Pelabuhan Merak Mulai Padati Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak

Jika kondisi lalu lintas lancar, perjalanan melalui jalur tol biasanya bisa ditempuh sekitar delapan jam. Namun sepanjang perjalanan Pansela disuguhkan pemandangan yang indah.

“Kalau lewat jalur yang saya pilih ini memang lebih lama, tapi terbayarkan dengan pemandangannya. Jadi mudik sekaligus healing," kata Wisma.

Sementara itu, Andri, 42 tahun, mengaku memilih jalur arteri untuk perjalanan mudiknya menuju Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Namun ia tetap menggunakan jalan tol dari Jakarta sebelum keluar di wilayah Cikampek. Lalu perjalanan dilanjutkan melalui jalur Pantai Utara atau Pantura hingga menuju Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang menjadi lokasi kampung halamannya.

Baca Juga: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum hingga Diskon Besar bagi Warga Jakarta yang Tak Mudik Lebaran

“Kalau bablas tol dari Jakarta biasanya keluarnya di Kertajati, itu masih jauh sekitar 80 kilometer lagi dari kampung halaman saya,” kata Andri.

Selain pertimbangan jarak, ia mengaku memiliki alasan lain memilih jalur arteri, yakni ingin kembali merasakan suasana perjalanan mudik seperti sebelum adanya ruas tol panjang di wilayah Jawa Barat.

“Saya juga sekalian nostalgia, dulu sebelum ada Tol Cipali kan mudiknya lewat Pantura. Rasanya lebih terasa suasana mudiknya dibandingkan kalau lewat tol terus,” beber Andri.

Menurut Andri, perjalanan melalui jalur arteri memberikan pengalaman yang berbeda karena pemudik bisa melihat aktivitas masyarakat di sepanjang jalan serta lebih sering berhenti di berbagai titik untuk beristirahat.

Rencananya dia bersama anak dan istrinya akan mudik pada hari Selasa, 17 Maret 2026.


Berita Terkait


News Update