JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir mencapai angka cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat cuaca terasa lebih panas dari biasanya, terutama pada siang hari.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani menyampaikan, suhu udara maksimum yang tercatat di Jakarta mencapai 35,4 derajat Celsius. Suhu tersebut terukur di wilayah Jakarta Timur dalam beberapa hari terakhir.
"Dalam beberapa hari terakhir Suhu Udara maksimum yang terukur di wilayah Jakarta mencapai 35.4 oC, tepatnya di wilayah Jakarta Timur," ujar Ida kepada Poskota, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ida mengatakan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya dipengaruhi sejumlah faktor meteorologis. Salah satunya berkurangnya tutupan awan sehingga radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih optimal.
"Serta kecepatan angin yang relatif lemah sehingga sirkulasi udara tidak berlangsung efektif," ucap Ida.
Baca Juga: PLN Salurkan Santunan untuk Ratusan Dhuafa dan Anak Yatim
Ida menyebut, kondisi tersebut sering terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode ini, langit cenderung lebih cerah pada siang hari sehingga proses pemanasan permukaan bumi dapat berlangsung lebih kuat.
"Kondisi tersebut sering terjadi pada masa peralihan musim (pancaroba) ketika langit cenderung lebih cerah pada siang hari sehingga pemanasan maksimum dapat berlangsung lebih kuat," katanya.
Menurut Ida, banyaknya permukaan beton dan aspal di kawasan perkotaan membuat panas matahari lebih mudah terserap dan tersimpan dalam waktu yang lebih lama.
"Selain itu, di wilayah perkotaan, banyaknya permukaan beton dan aspal juga mampu menyerap serta menyimpan panas lebih lama, sehingga menimbulkan efek suhu lebih panas dibandingkan wilayah sekitarnya," ungkap Ida.
Baca Juga: Pramono dan Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Ida mengatakan, diperkirakan kondisi suhu udara yang terasa lebih panas masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada siang hari ketika tutupan awan berkurang.
"Kondisi suhu udara yang terasa lebih panas diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan," tururnya.
Meski demikian, Ida menyebut sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada pada periode akhir musim hujan atau masa transisi menuju musim kemarau. Kondisi tersebut membuat potensi pembentukan awan masih cukup tinggi.
"Sehingga potensi pembentukan awan masih cukup tinggi yang pada waktu tertentu dapat mengurangi pemanasan atau radiasi yang mencapai permukaan," ujar Ida.
Baca Juga: Dinkes Jakarta Ingatkan Warga Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke saat Panas Terik
Atas dasar itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh serta mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hingga sore hari saat beraktivitas di luar ruangan.
"Pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi dengan memperbanyak minum air, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat," ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, mengingat pada masa peralihan musim kondisi cuaca dapat berubah secara cepat dan tidak menentu.
"Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, mengingat pada masa peralihan musim kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, termasuk potensi terjadinya hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada waktu tertentu," kata dia. (cr-4)
