Cuaca Jakarta Makin Terik Tembus 35,4 Derajat, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Minggu 15 Mar 2026, 05:29 WIB
Sejumlah warga saat menghalau panasnya matahari, Sabru, 14 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Sejumlah warga saat menghalau panasnya matahari, Sabru, 14 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Ida mengatakan, diperkirakan kondisi suhu udara yang terasa lebih panas masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada siang hari ketika tutupan awan berkurang.

"Kondisi suhu udara yang terasa lebih panas diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan," tururnya.

Meski demikian, Ida menyebut sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada pada periode akhir musim hujan atau masa transisi menuju musim kemarau. Kondisi tersebut membuat potensi pembentukan awan masih cukup tinggi.

"Sehingga potensi pembentukan awan masih cukup tinggi yang pada waktu tertentu dapat mengurangi pemanasan atau radiasi yang mencapai permukaan," ujar Ida. 

Baca Juga: Dinkes Jakarta Ingatkan Warga Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke saat Panas Terik

Atas dasar itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh serta mengurangi paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hingga sore hari saat beraktivitas di luar ruangan.

"Pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi dengan memperbanyak minum air, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat," ucapnya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, mengingat pada masa peralihan musim kondisi cuaca dapat berubah secara cepat dan tidak menentu.

"Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, mengingat pada masa peralihan musim kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, termasuk potensi terjadinya hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada waktu tertentu," kata dia. (cr-4)


Berita Terkait


News Update