"Oleh karenanya, kami menjadikan Taman Bendera Pusaka ini menjadi salah satu simbol kebanggaan Jakarta yang sarat dengan nilai dan sejarah bangsa," kata dia.
Pramono menyampaikan, patung Fatmawati melibatkan sejumlah tokoh di bidang seni dan arsitektur, di antaranya pematung Teguh serta arsitek Yori Antar.
"Pematungnya adalah Pak Teguh. Beliau yang mematung, kemudian arsitekturnya adalah Pak Yori Antar," ucapnya.
Menurutnya, proyek tersebut sepenuhnya didanai melalui kerja sama dengan pihak swasta.
"Jadi untuk anggaran tidak menggunakan dana APBD sama sekali. Ini adalah dana kerja sama dengan swasta. Dana dari apa, KLB dan juga dari SP3L. Jadi sepenuhnya adalah dana kerja sama dengan swasta," pungkasnya. (cr-4)
