Menurut Listyo, pihaknya menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi. Kemudian sebanyak 2.746 pos disiapkan untuk pengamanan Idul Fitri.
Ia memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
"Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14-15 Maret serta 18-19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026," kata Listyo.
Baca Juga: Jelang Operasi Ketupat Maung 2026, Polda Banten Pastikan Kendaraan Operasional Siap Digunakan
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan TNI turut menyiapkan puluhan ribu personel untuk mendukung pengamanan mudik serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Pihaknya juga menyiapkan berbagai alutsista untuk mendukung operasi pengamanan selama masa mudik dan balik Lebaran.
“Juga TNI menggelar alutsista sejumlah 3.501 unit, terdiri dari kendaraan Jihandak dan Zeni, truk, bus, ambulans, KRI dari Angkatan Laut, ADRI dari Angkatan Darat, dan pesawat TNI Angkatan Udara, juga heli,” ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk membantu masyarakat yang hendak mudik melalui jalur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan dua kapal perang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Agus berharap pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman dan lancar serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah/2026 masehi.
“Kemudian KRI Banda Aceh rute Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta,” ucap Agus.
