Ratusan Personel Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Ada K9 dan Helikopter

Kamis 12 Mar 2026, 21:09 WIB
Ratusan personel gabungan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

Ratusan personel gabungan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Ratusan personel gabungan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. Meski cuaca sedang terik, pasukan tetap berjejer rapi memenuhi lapangan, mulai dari satuan polisi lalu lintas, Ditpolairud, Brimob, penyidik, unit K9, hingga polisi berkuda.

Apel tersebut juga melibatkan berbagai unsur lain seperti TNI, Satpol PP, Basarnas, tenaga medis, serta Pramuka. Sejumlah kendaraan taktis dan perlengkapan operasional turut dipamerkan dalam kegiatan itu.

Dua helikopter juga diparkir di sisi lapangan sebagai bagian dari kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 masehi.

“Apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektoral dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Listyo Sigit dalam amanatnya, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga: Operasi Ketupat 2026, Forkopimko Jakbar Fokus pada Kejahatan Jalanan hingga Pengawasan Harga Bahan Pokok

Listyo mengatakan pemerintah perlu mewaspadai dinamika global yang berpotensi memengaruhi ekonomi nasional. Disebutnya, gejolak harga minyak dunia akibat konflik internasional dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk nilai tukar rupiah dan harga berbagai komoditas di dalam negeri. Pihaknya juga terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nasional.

“Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat,” kata Listyo.

Listyo mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk melalui diplomasi internasional dan kebijakan ekonomi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait kondisi energi nasional dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Baca Juga: 3.972 Personel Gabungan Dikerahkan dalan Operasi Ketupat Maung 2026 di Banten

“Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak melakukan panic buying,” ucap Listyo.


Berita Terkait


News Update