JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Jakarta Hijab Fest 2026 di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang fesyen muslim di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa festival ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang sekaligus memperkuat posisi UMKM Jakarta di tingkat global.
“Jakarta Hijab Festival tahun 2026 ini kita buka, dan sekaligus kita berharap bahwa UMKM di Jakarta hidup dan menggeliat kembali. Kita ingin menjadi petarung utama UMKM di seluruh dunia,” ujar Pramono saat membuka acara.
Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Jakarta Masih Bebas Campak, Waspadai Kasus di Daerah Penyangga
Menariknya, peragaan busana dalam acara tersebut menampilkan para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sebagai model. Seluruh busana yang diperagakan dibeli langsung dari para pedagang di Pasar Tanah Abang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.
“Acara Jakarta Hijab Festival ini modelnya semuanya adalah pejabat ibu kota dan semua yang dipakai adalah belanja di Tanah Abang ini,” kata Pramono.
Menurutnya, langkah ini menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki dan menghidupkan kembali pusat perdagangan yang pernah menjadi ikon perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Hal ini untuk menunjukkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta secara sungguh-sungguh dan serius ingin melakukan perbaikan di pusat perbelanjaan yang dulu sangat terkenal nomor satu di Asia Tenggara ini,” ujarnya.
Baca Juga: Pramono Imbau Pengusaha Abaikan Ormas Peminta THR
Aktivitas Belanja di Tanah Abang Mulai Meningkat
Pramono juga mengaku sempat berdialog langsung dengan sejumlah pedagang saat tiba di lokasi acara.
Dari percakapan tersebut, ia mendapat informasi bahwa jumlah pengunjung dan transaksi di Pasar Tanah Abang mulai mengalami peningkatan, meskipun belum sepenuhnya kembali seperti masa kejayaannya.
“Tadi begitu saya masuk, saya menanyakan kepada para pedagang. Mereka rata-rata mengatakan memang sudah ada perbaikan, ada peningkatan orang belanja ke Tanah Abang kembali, tetapi belum maksimal,” jelasnya.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung datang ke Tanah Abang.
Baca Juga: Pramono Imbau Pengusaha Abaikan Ormas Peminta THR
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan menjelang Idulfitri tahun ini mengusung tema “Mudik ke Jakarta”, yang diharapkan dapat mendorong aktivitas wisata belanja di ibu kota.
“Para pedagang berharap Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk itu. Maka tema utama kita menyambut Idulfitri kali ini adalah Mudik ke Jakarta,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai kegiatan yang digelar dapat membuat kawasan pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang kembali ramai dikunjungi masyarakat.
Tren Baru Busana Muslim di Tanah Abang
Selain membahas perkembangan perdagangan, Pramono juga menyinggung tren baru busana muslim yang ia dengar langsung dari para pedagang.
“Ketika saya berdiskusi dengan para penjual, ada tren baru yang saya juga baru tahu, namanya Gamis Bini Orang,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan dinamika tren fesyen muslim yang terus berkembang di Pasar Tanah Abang.
Pramono berharap Jakarta Hijab Fest dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu memperkuat ekosistem industri fesyen muslim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya berharap acara Jakarta Hijab Festival ini menjadi acara yang kalau perlu kita tradisikan setiap tahun,” katanya. (cr-4)
