اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.
Allāhumma innaka 'afuwwun tuḥibbul 'afwa fa'fu 'annī.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku"
3. Memperbanyak Istighfar, Sambil Menyadari Perbuatan Dosa Yang Telah Lalu
Memohon ampunan (istighfar) sepanjang malam. Bisa dilakukan di sela-sela rangkaian shalat atau setelah rangkaian shalat.
4. Bersedekah dan Berbuat Kebaikan:
Khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah Saw lebih sungguh-sungguh bergiat bersedekah. Kita pun mesti mencontoh beliau untuk sungguh-sungguh memberikan sedekah, takjil, infak, dan berbagi terutama selama akhir sepuluh hari Ramadhan.
Meningkatkan kedermawanan dengan bersedekah dan membantu sesama, karena pahala dilipatgandakan. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membawa dampak positif bagi orang yang memberikannya.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa setiap amal anak Adam dapat dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih sesuai dengan kehendak Allah SWT. Janji pelipatgandaan pahala ini menjadikan sedekah sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada penghujung Ramadan.
Jika sedekah dilakukan pada malam yang bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka nilai pahala yang diperoleh setara dengan amalan dari 83 tahun lebih.
5. Itikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Mengisolasi diri dari urusan dunia untuk lebih fokus pada ibadah dan dzikir, doa, dan mendekatkan dirinya dengan Allah 'azza wajalla. Hadits riwayat Imam Ad-Dailami dari Aisyah ra, Rasulullah bersabda:
مَنِ اعْتَكَفَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ عَائِشَةَ)
Artinya: Barangsiapa yang beri'tikaf (bertepatan dengan) Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni semua dosa yang lalu (dosa kecil dan dosa besar).
Baca Juga: Mengejar Lailatul Qadar, Ini Tata Cara Shalat Sunnah, Niat, dan Doa Mustajabnya
