Untuk memudahkan masyarakat mengetahui lokasi masjid yang berpartisipasi dalam program ini, Kemenag akan memanfaatkan berbagai kanal informasi.
Jaringan radio serta mitra media akan dilibatkan untuk menyebarkan informasi mengenai masjid-masjid yang melayani pemudik selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Abu Rokhmad menilai tradisi mudik di Indonesia memiliki dimensi sosial yang sangat besar. Idul Fitri bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang melibatkan jutaan orang setiap tahun.
Melalui program ini, Kemenag berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat dan ruang sosial bagi masyarakat.
