GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah terkait penyelenggaraan angkutan lebaran.
Salah satunya rekomendasi utama adalah integrasi program mudik gratis dalam satu aplikasi agar lebih terkoordinasi.
“Ada beberapa poin rekomendasi yang perlu dilaksanakan atau paling tidak diperhatikan oleh pemerintah, salah satunya kami ingin ada satu aplikasi untuk program mudik gratis,” ujar Ketua Umum MTI Haris Muhammadun, dalam konferensi pers di Commuter Hall PT Kereta Commuter Indonesia.
Menurut Haris, selama ini program mudik gratis yang diselenggarakan berbagai instansi belum terintegrasi antara yang diselenggarakan pemerintah DKI, Kemenhub, BUMN, maupun pemerintah daerah. Sehingga kondisi ini berpotensi menimbulkan pendaftaran ganda oleh calon pemudik.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal One Way Nasional dan Prediksi Puncak Mudik
"Akibatnya satu keluarga bisa mendaftar di lebih dari satu penyelenggara dan menyebabkan beberapa pemberangkatan justru kosong,” kata Haris.
Dalam kesempatan itu, MTI juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan sepeda motor saat musim mudik.
Oleh karena itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap pengendara motor, terutama yang membawa lebih dari dua penumpang dalam perjalanan jarak jauh, terutama yang membawa anak-anak untuk perjalanan jarak jauh.
"Idealnya ke depan mudik motor yang membawa anak bisa dilarang demi keselamatan,” ucap Haris.
Baca Juga: Pemkab Bogor Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026
Menurut Haris, kecelakaan lalu lintas masih banyak melibatkan kendaraan roda dua sehingga diperlukan langkah lebih tegas untuk mengurangi risiko tersebut.
Berdasarkan data yang ada, sekitar 7,6 persen kecelakaan melibatkan sepeda motor.
"Karena itu kami berharap pemerintah meningkatkan program mudik gratis maupun program motor gratis agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh,” tutur Haris.
Terakhir, MTI juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas di simpul transportasi dan rest area. Termasuk akses bagi penyandang disabilitas agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman bagi semua kalangan.
