POSKOTA.CO.ID - Puasa Ramadhan tidak hanya memengaruhi pola makan dan tidur, tetapi juga berdampak pada kondisi kulit. Perubahan jam makan serta berkurangnya asupan cairan pada siang hari dapat membuat kulit lebih rentan mengalami dehidrasi. Akibatnya, banyak orang mengalami kulit kering, kusam, hingga bibir pecah-pecah selama menjalani ibadah puasa.
Kondisi tersebut sebenarnya cukup umum terjadi. Namun, kesalahan dalam melakukan perawatan kulit justru dapat memperparah masalah tersebut. Oleh karena itu, memahami cara merawat kulit yang tepat selama bulan puasa menjadi hal penting agar kesehatan kulit tetap terjaga.
Dokter kulit dari Burjeel Medical City di Abu Dhabi, Malaz Eldirdiry, menjelaskan bahwa dehidrasi selama puasa dapat berdampak langsung pada kondisi kulit.
“Dehidrasi dapat menyebabkan kekeringan dan kekusaman, dan dapat memperburuk kondisi seperti eksim atau kulit sensitif,” ujar Eldirdiry seperti dikutip dari Khaleej Times Selasa, 10 Maret 2026.
Berikut sejumlah kesalahan perawatan kulit yang sebaiknya dihindari selama puasa Ramadhan agar kulit tetap sehat dan terlihat glowing.
Dampak Puasa terhadap Kondisi Kulit
Selama Ramadhan, tubuh mengalami perubahan ritme biologis. Waktu makan yang hanya terbatas pada sahur dan berbuka membuat tubuh memiliki periode lebih panjang tanpa asupan cairan.
Kondisi ini sering memicu beberapa perubahan pada kulit, seperti:
- Kulit terasa lebih kering dan kusam
- Bibir pecah-pecah
- Lingkaran hitam di bawah mata
- Mata tampak bengkak
- Kulit menjadi lebih sensitif
Selain faktor hidrasi, perubahan pola tidur juga turut berpengaruh terhadap regenerasi sel kulit. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kondisi tersebut bisa membuat kulit terlihat kurang segar.
1. Terlalu Sering Mencuci Wajah
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat puasa adalah mencuci wajah terlalu sering. Banyak orang melakukannya untuk menghilangkan rasa kantuk atau membuat wajah terasa lebih segar di siang hari. Namun, kebiasaan ini justru dapat merusak lapisan pelindung alami kulit.
Membersihkan wajah terlalu sering atau menggunakan sabun yang keras dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan peningkatan kekeringan, iritasi, dan bahkan peningkatan produksi minyak berlebih.
