Selain program sembako murah, Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 juga menghadirkan 49 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan pasar-pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.
Kehadiran pelaku UMKM ini menjadi sarana promosi produk sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Jakarta.
Pramono mengatakan, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan penjualan.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri 2026, Wabup Tangerang Monitoring Stok dan Harga Sembako di Pasar Kelapa Dua
“Saya sengaja melihat beberapa tenant yang ada. Mudah-mudahan penyelenggaraan ini bisa memancing para pedagang agar berjualan dengan lebih baik,” ujarnya.
Bazar Ramadan Akan Digelar di Kantor Wali Kota
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas pelaksanaan Bazar Ramadan ke berbagai wilayah administrasi di Jakarta.
Kegiatan serupa nantinya akan digelar di kantor-kantor wali kota serta kantor Bupati Kepulauan Seribu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Bazar Ramadan ini tidak hanya di Balai Kota. Nanti juga akan ada di kantor-kantor wali kota maupun kantor Bupati Kepulauan Seribu,” jelas Pramono.
Baca Juga: Program Sibesti Digeber, 8.000 Warga Cimahi Bisa Tebus Murah Sembako Dibawah HET
Program sembako murah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Adi (30), warga Johar Baru, Jakarta Pusat, yang mengaku terbantu dengan adanya paket sembako bersubsidi tersebut.
“Alhamdulillah ada paket seperti ini, murah. Tadi Rp100 ribu dapat banyak sembako,” kata Adi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama Ramadan.
