“Terus soal anjuran pernyataan yang menyejukkan gimana,” kata Herri.
“Itu harapan untuk mereka yang sering memberi pernyataan. Tak hanya para elite politik, tetapi semua yang acap memberikan pernyataan hendaknya menyejukkan, bukan malah memanaskan,” kata Yudi.
“Saya setuju semuanya perlu menahan diri. Jangan buat komentar yang memancing perselisihan, apalagi pakai ngancamngancam segala. Hanya saja para elite mestinya memberikan contoh yang baik,” kata mas Bro.
“Kasih komen yang mencerahkan, bukan meresahkan. Memberi motivasi, bukan menakut-nakuti. Kalimat vulgar yang memancing emosi hendaknya dihindari,” ujar Heri.
“Maksudnya enggak boleh melontarkan kritik?” tanya Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Kegagalan Bukanlah Penghalang
“Boleh saja, kritik itu baik dan membangun. Tetapi perlu dibedakan antara kritik dengan memaki. Antara kritik dengan membenci, merendahkan, menghina dan memutarbalikkan fakta,” maas Bro.
“Betul juga. Kadang kita ini, rakyat kecil sulit membedakan mana yang kritik, mana yang menghina dan menebar kebencian,” kata Yudi.
“Lebih baik kasih pernyataan yang membuat orang senang. Misalnya ayo mudik gratis,makan minum selama perjalanan gratis, berobat gratis,” urai mas Bro.
“Makan di warteg juga gratis, kalau ada yang bayarin,” tambah Yudi.
“Siapa yang bayarin?” tanya Heri.
“Nunggu kepedulian para elite politik,” jawab Yudi.
