Agama apa pun di dunia ini mengajarkan kepada para pemeluknya, pengikutnya untuk tetap bersabar menghadapi segala macam cobaan dan tantangan, apa pun masalah yang dihadapi.
Sabar di sini berarti taat diri. Taat mengontrol diri sendiri untuk tidak cepat menyerah, tidak mudah berkeluh kesah, dan tidak putus asa.
Pitutur luhur mengajarkan kesabaran bukan berarti diam tak bergerak di saat tertimpa musibah. Bersabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat musibah datang.
Dalam tata kehidupan sosial, sabar hendaknya kita maknai jika disakiti orang lebih memilih diam, ketimbang melawan. Lebih baik mencari kebaikan, ketimbang membalas dendam, meski kesempatan untuk itu telah datang. (Azisoko)
