Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret dan Makna Pentingnya bagi Dunia

Minggu 08 Mar 2026, 10:22 WIB
Sejarah hari perempuan Internasional 8 Maret. (Sumber: Freepik)

Sejarah hari perempuan Internasional 8 Maret. (Sumber: Freepik)

POSKOTA.CO.ID - Selamat Hari Perempuan Internasional! Peringatan yang jatuh setiap 8 Maret ini menjadi momentum global untuk menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Tidak hanya sebagai simbol penghormatan, hari tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih terus berlangsung hingga kini.

Pada tahun 2026, Hari Perempuan Internasional memiliki makna yang semakin penting karena menandai 115 tahun sejak peringatan pertama gerakan perempuan internasional pada 1911.

Momentum ini kembali menegaskan perlunya kerja sama global untuk memperjuangkan hak perempuan, memperluas akses keadilan, serta memastikan masa depan yang lebih aman dan setara bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Baca Juga: China Tuduh AS Kecanduan Perang, Sebut Washington Sumber Kekacauan Global

Sejarah Singkat Hari Perempuan Internasional

Sejarah singkat hari perempuan Internasional (Sumber: Freepik)

Berikut sejarah dan alasan mengapa Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tahun:

Sejarah Hari Perempuan Internasional bermula dari gerakan sosial pada awal abad ke-20, ketika banyak perempuan di berbagai negara menghadapi ketidakadilan dalam dunia kerja. Saat itu, perempuan sering mengalami jam kerja panjang, upah rendah, serta minimnya perlindungan hukum.

Salah satu peristiwa penting terjadi pada 1908 di Amerika Serikat, ketika ribuan buruh perempuan melakukan demonstrasi besar-besaran. Mereka menuntut kondisi kerja yang lebih manusiawi, upah yang adil, serta hak politik yang setara dengan laki-laki.

Gagasan untuk menetapkan hari khusus bagi perempuan kemudian muncul dalam Konferensi Perempuan Internasional di Kopenhagen, Denmark pada 1910. Dalam pertemuan tersebut, para aktivis perempuan dari berbagai negara mengusulkan adanya peringatan tahunan untuk menyoroti perjuangan perempuan di tingkat global.

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Tawarkan Diri jadi Mediator Perang Iran-Israel

Usulan tersebut akhirnya terwujud pada 1911, ketika Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati di sejumlah negara Eropa seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Saat itu, jutaan orang mengikuti berbagai aksi yang menuntut hak pilih bagi perempuan, kesempatan kerja yang setara, serta penghapusan diskriminasi.

Pengakuan terhadap peringatan ini semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai merayakannya secara resmi pada 1975, yang ditetapkan sebagai Tahun Perempuan Internasional. Dua tahun kemudian, tepatnya 1977, PBB menetapkan 8 Maret sebagai hari resmi untuk mempromosikan hak perempuan dan perdamaian dunia.

Mengapa Diperingati Setiap 8 Maret?

Penetapan tanggal 8 Maret tidak lepas dari peristiwa bersejarah yang terjadi di Rusia pada 1917. Saat itu, ribuan perempuan melakukan demonstrasi besar yang dikenal dengan tuntutan “Roti dan Perdamaian”.

Para demonstran menuntut diakhirinya perang, perbaikan kondisi ekonomi, serta hak politik bagi perempuan. Aksi tersebut berlangsung pada 23 Februari menurut kalender Julian yang digunakan di Rusia pada saat itu.

Namun jika dikonversi ke kalender Gregorian yang digunakan secara internasional saat ini, tanggal tersebut bertepatan dengan 8 Maret. Karena itulah, tanggal tersebut kemudian diadopsi secara global sebagai Hari Perempuan Internasional.

Sejak saat itu, 8 Maret menjadi simbol perjuangan perempuan dalam menuntut keadilan sosial, hak politik, dan kesetaraan gender di berbagai negara.

Baca Juga: Apa Itu Selat Hormuz? Jalur Minyak Dunia yang Terancam Ditutup Iran, Ini Peran Vitalnya Terhadap Ekonomi Dunia

Tujuan dan Makna Hari Perempuan Internasional

Peringatan Hari Perempuan Internasional memiliki sejumlah tujuan penting yang masih relevan hingga saat ini.

Salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai diskriminasi dan ketidaksetaraan gender yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Selain itu, peringatan ini juga mendorong pemerintah, organisasi, serta masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif bagi perempuan.

Kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki dianggap sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, stabil, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Baca Juga: Apa Nama Akun Instagram Perempuan Pemenang Giveaway Mr Beast? Viral Warganet Asal Indonesia Dapat Rp800 Juta, Simak Selengkapnya

Berbagai gerakan perempuan di dunia juga telah membawa perubahan signifikan. Berkat perjuangan panjang tersebut, perempuan kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, hak politik, perlindungan hukum, hingga peluang kepemimpinan di berbagai sektor.

Tantangan Perempuan di Dunia Saat Ini

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, perempuan di banyak negara masih menghadapi berbagai tantangan serius.

Konflik bersenjata, kebijakan diskriminatif, serta kekerasan berbasis gender masih menjadi ancaman bagi keselamatan dan hak-hak perempuan.

Di beberapa negara, seperti Afghanistan, anak perempuan masih mengalami pembatasan akses terhadap pendidikan. Sementara itu, konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah dan Afrika juga memberikan dampak besar bagi perempuan dan anak-anak perempuan, termasuk risiko kekerasan serta keterbatasan layanan kesehatan.

Di sisi lain, berbagai gerakan sosial terus bermunculan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Kampanye kesetaraan gender, gerakan anti pelecehan seksual, hingga kebijakan yang memperluas hak reproduksi perempuan menunjukkan bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berjalan.

Momentum Refleksi Bagi Dunia

Hari Perempuan Internasional bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan momentum refleksi bagi masyarakat global.

Peringatan ini mengingatkan bahwa kesetaraan gender bukan hanya penting bagi perempuan, tetapi juga menjadi kunci bagi kemajuan sosial dan ekonomi dunia.

Dengan memperingati Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret, masyarakat diharapkan terus memperkuat komitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil, aman, dan inklusif bagi perempuan di seluruh dunia.


Berita Terkait


News Update