Transformasi tersebut juga menjadi respons terhadap perubahan peran Jakarta di masa depan.
Dalam konteks ini, Jakpro berkomitmen mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) guna meningkatkan konektivitas transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui pengelolaan berbagai aset strategis milik daerah, Jakpro juga berupaya membangun ekosistem bisnis yang memungkinkan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menilai peran Jakpro harus dipahami dalam kerangka besar pembangunan Jakarta secara menyeluruh.
Menurutnya, dampak pembangunan kota tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi juga melibatkan berbagai sektor dan waktu yang panjang.
“Keberhasilan pembangunan kota harus dibaca secara holistik dengan melihat dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi warga,” ujar Yustinus.
Ia menilai transformasi Jakpro sebagai City Master Developer menjadi langkah strategis untuk mendukung masa depan Jakarta.
Strategi Jakpro 2026: Foundation First dan Grow Together
Memasuki tahun 2026, Jakpro mengusung tema “Foundation First & Grow Together” sebagai landasan strategi perusahaan.
Strategi ini memanfaatkan posisi Jakpro sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus City Master Developer, dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai pelanggan prioritas dalam pengembangan kota melalui skema kerja sama bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dijalankan melalui optimalisasi aset eksisting serta peningkatan kualitas aset, baik dari sisi legalitas, penyempurnaan model bisnis, maupun penguatan kolaborasi dengan mitra eksternal.
Melalui strategi ini, Jakpro berharap dapat menciptakan nilai ekonomi jangka panjang sekaligus memastikan aset publik dikelola secara profesional dan berkelanjutan. (cr-4)
