Cara Puasa Aman Bagi Penderita Asam Lambung, Dokter Zaidul Akbar Beberkan Pola Makan yang Dianjurkan

Jumat 06 Mar 2026, 11:43 WIB
dr Zaidul Akbar membeberkan pola makan yang dianjurkan bagi penderita asam lambung agar puasa aman. (Sumber: Tangkap Layar YouTube/dr Zaidul Akbar Official)

dr Zaidul Akbar membeberkan pola makan yang dianjurkan bagi penderita asam lambung agar puasa aman. (Sumber: Tangkap Layar YouTube/dr Zaidul Akbar Official)

POSKOTA.CO.ID - Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat gangguan lambung, seperti maag atau asam lambung, muncul kekhawatiran tersendiri saat hendak menjalankan ibadah puasa.

Perubahan pola makan yang cukup drastis selama Ramadhan sering dianggap dapat memicu naiknya asam lambung.

Waktu makan yang biasanya terbagi dalam beberapa kali sehari berubah menjadi hanya dua waktu utama, yaitu saat sahur dan berbuka puasa.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran bagi penderita gangguan pencernaan.

Dalam hal ini, praktisi kesehatan sekaligus pendakwah, Dokter Zaidul Akbar, menjelaskan bahwa puasa sebenarnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi sistem pencernaan, selama dilakukan dengan pola makan yang tepat.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengikuti petunjuk yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW terkait pola makan saat Ramadhan, baik ketika sahur maupun saat berbuka puasa.

Baca Juga: Gitaris Zendhy Kusuma Band Apa? Viral Lagi usai Pemilik Bibi Kelinci Kopitiam Nabilah O’Brien Jadi Tersangka

Pola Makan Bagi Penderita Asam Lambung

Seperti dilansir dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, pada Jumat, 6 Maret 2026, berikut adalah pola makan yang dianjurkan bagi penderita asam lambung agar puasa aman.

1. Pentingnya Tidak Melewatkan Sahur

Salah satu anjuran yang sering ditekankan adalah tidak meninggalkan sahur. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk tetap bersahur meskipun hanya dengan minum air.

“Sahurlah kalian meskipun hanya dengan segelas air,” ujar Dokter Zaidul Akbar.

Menurut Doketr Zaidul Akbar, pesan tersebut memiliki makna penting bagi tubuh manusia.

Dengan adanya makanan atau minuman saat sahur, tubuh menerima sinyal bahwa ada asupan terakhir sebelum memasuki waktu puasa.

Hal ini membantu sistem pencernaan menyesuaikan diri sehingga lambung tidak terus-menerus memproduksi asam klorida secara berlebihan.

Jika sahur dilewatkan, lambung dapat tetap menghasilkan asam meskipun tidak ada makanan yang dicerna. Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman pada perut.

2. Kurma Disebut Ideal untuk Sahur dan Berbuka

Dalam penjelasannya, Zaidul Akbar juga menyoroti makanan yang dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW saat sahur maupun berbuka puasa.

Salah satu makanan yang dianjurkan adalah kurma, khususnya kurma basah atau ruthab.

Buah ini dikenal memiliki kandungan air yang tinggi serta gula alami yang mudah diserap oleh tubuh.

Gula alami dalam kurma dapat dengan cepat memberikan energi bagi tubuh setelah berpuasa.

Selain itu, kurma juga memiliki sifat yang memberikan kehangatan dan membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan.

Tidak hanya itu, kurma juga mengandung sejumlah mineral penting seperti kalium, kalsium, dan magnesium.

Kandungan tersebut diketahui berperan dalam membantu menyeimbangkan kondisi asam lambung.

Karena itulah, kurma dianggap sebagai salah satu pilihan makanan terbaik untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Baca Juga: Anti Lemas Saat Puasa! Ini Rekomendasi Olahraga Ringan 10 Menit yang Aman untuk Pemula

3. Hindari Makanan Pemicu Gangguan Lambung

Selain memperhatikan makanan yang dianjurkan, penderita asam lambung juga perlu menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu iritasi lambung.

Zaidul Akbar menyebut makanan olahan, makanan kemasan, serta makanan dengan kandungan gula olahan tinggi sebaiknya dibatasi.

Makanan yang terlalu pedas, terlalu berminyak, atau mengandung banyak bahan tambahan juga dapat memicu gangguan pencernaan.

Beberapa makanan populer saat berbuka puasa, seperti jajanan pedas atau makanan dengan banyak penyedap, memang menggugah selera. Namun, konsumsi berlebihan dapat memberikan beban pada sistem pencernaan.

Karena itu, ia menyarankan, agar masyarakat lebih memilih makanan alami yang sederhana dan tidak terlalu banyak melalui proses pengolahan.

4. Minuman Alami untuk Menjaga Keseimbangan Lambung

Selain makanan, Zaidul Akbar juga menyarankan beberapa minuman alami yang dapat membantu menjaga kesehatan lambung selama menjalankan puasa.

Salah satu yang dianjurkan adalah campuran air hangat dengan madu dan sedikit garam.

Minuman ini dinilai dapat membantu menyeimbangkan pH lambung sekaligus memberikan energi bagi tubuh.

Pilihan lain yang juga disebut bermanfaat adalah air tajin, yaitu air rebusan nasi yang memiliki tekstur agak kental.

Air tajin dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk sistem pencernaan. Jika diminum dalam kondisi hangat dan ditambahkan sedikit garam, minuman ini dapat membantu menenangkan lambung.

5. Rumput Laut Disebut Baik untuk Lambung

Zaidul Akbar juga menyebutkan bahwa rumput laut dapat menjadi salah satu makanan yang baik untuk penderita gangguan lambung.

Rumput laut mengandung kolagen alami yang dapat membantu melapisi dinding lambung.

Lapisan ini dapat melindungi lambung dari iritasi serta membantu menyeimbangkan produksi asam lambung.

Selain itu, kandungan serat dalam rumput laut juga cukup tinggi sehingga baik bagi kesehatan sistem pencernaan.

Jika dikombinasikan dengan makanan alami lainnya, rumput laut dapat menjadi pilihan menu sehat selama Ramadhan.

Dengan mengikuti pola makan yang sehat serta meneladani kebiasaan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman selama bulan Ramadhan.


Berita Terkait


News Update