Dengan adanya makanan atau minuman saat sahur, tubuh menerima sinyal bahwa ada asupan terakhir sebelum memasuki waktu puasa.
Hal ini membantu sistem pencernaan menyesuaikan diri sehingga lambung tidak terus-menerus memproduksi asam klorida secara berlebihan.
Jika sahur dilewatkan, lambung dapat tetap menghasilkan asam meskipun tidak ada makanan yang dicerna. Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman pada perut.
2. Kurma Disebut Ideal untuk Sahur dan Berbuka
Dalam penjelasannya, Zaidul Akbar juga menyoroti makanan yang dikonsumsi oleh Nabi Muhammad SAW saat sahur maupun berbuka puasa.
Salah satu makanan yang dianjurkan adalah kurma, khususnya kurma basah atau ruthab.
Buah ini dikenal memiliki kandungan air yang tinggi serta gula alami yang mudah diserap oleh tubuh.
Gula alami dalam kurma dapat dengan cepat memberikan energi bagi tubuh setelah berpuasa.
Selain itu, kurma juga memiliki sifat yang memberikan kehangatan dan membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
Tidak hanya itu, kurma juga mengandung sejumlah mineral penting seperti kalium, kalsium, dan magnesium.
Kandungan tersebut diketahui berperan dalam membantu menyeimbangkan kondisi asam lambung.
Karena itulah, kurma dianggap sebagai salah satu pilihan makanan terbaik untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.
Baca Juga: Anti Lemas Saat Puasa! Ini Rekomendasi Olahraga Ringan 10 Menit yang Aman untuk Pemula
.jpg)