Ketegangan meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan Amerika Serikat-Israel.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melintasi kawasan ini, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Diperkirakan sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau hampir 20 juta barel minyak melewati koridor tersebut setiap harinya, sehingga gangguan di wilayah ini berpotensi memicu gejolak harga energi global.
Baca Juga: Iran Resmi Nyatakan: Serangan Balasan Hanya Sasar Aset Militer AS dan Israel
Posisi Kapal Pertamina di Kawasan Timur Tengah
PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan hingga Senin, 2 Maret 2026 terdapat empat kapal yang berada di area Timur Tengah.
Kapal Gamsunoro sedang menjalani proses loading di Khor al Zubair, Irak. Kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan loading dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal PIS Rinjani berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sementara kapal PIS Paragon tengah melakukan discharge di Oman.
Dua kapal yang masih berada di area teluk adalah Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK serta kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management. Kedua kapal tersebut terus dipantau secara real time guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," kata Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita.
Pemerintah Prioritaskan Keselamatan dan Stabilitas Energi
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan kru kapal serta stabilitas pasokan energi nasional menjadi fokus utama di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
Langkah negosiasi diplomatik, pemantauan armada secara ketat, hingga diversifikasi sumber energi menjadi strategi utama Indonesia untuk menghadapi potensi gangguan distribusi energi akibat konflik internasional.
